Hoax Kelangkaan Minyak Tanah di Piru Terbantahkan! Stok 54.000 Liter Aman, Disperindag: “Jangan Percaya Isu Miring!”

Lepanews.com PIRU,– Beberapa hari terakhir, kegelisahan menyelimuti sejumlah warga Kota Piru. Bisik-bisik di warung kopi, unggahan di media sosial, hingga obrolan di pasar mulai memicu satu pertanyaan yang sama: “Apa benar minyak tanah mulai langka?”
Namun, Senin (24/8/2026) pagi, kabahagiaan pun kembali merekah. Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Seram Bagian Barat akhirnya angkat bicara—dan jawabannya tegas membantah isu yang beredar.
Isu kelangkaan mitan di Kota Piru itu tidak benar, alias HOAX,” ujar Kepala Disperindag SBB, Abidin Papalia, dengan nada lugas namun menenangkan.
Angka Pasti: Bukan Sekadar Klaim, Ini Data!
Untuk meyakinkan publik, Papalia tidak sekadar berkata-kata. Ia membeberkan data resmi yang bisa dipertanggungjawabkan:
16 pangkalan resmi tersebar di wilayah Kota Piru. Setiap pangkalan mendapat jatah 5.000 liter—berdasarkan Surat Keputusan Bupati SBB. Total pasokan mencapai 54.000 liter—jumlah yang dipastikan mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat.
Bayangkan: 54.000 liter minyak tanah siap mengalir ke dapur-dapur warga. Tidak ada alasan untuk panik, apalagi sampai mengantre berjam-jam atau membeli dengan harga selangit.
Hoax: Tidak Ada Penimbunan, Tidak Ada Monopoli!
Isu yang paling meresahkan adalah tuduhan adanya pangkalan nakal yang sengaja menimbun minyak tanah untuk dijual keluar daerah atau memainkan harga. Namun, Papalia dengan tegas membantahnya.
“Data dan kondisi riil di lapangan tidak menunjukkan adanya indikasi pangkalan nakal yang menimbun mitan atau menjual keluar,” jelasnya.
Artinya, rantai distribusi berjalan bersih, transparan, dan terkendali. Masyarakat tidak perlu curiga terhadap para agen resmi yang telah ditunjuk pemerintah.
Pesan Kadis: “Jadi Konsumen Cerdas, Jangan Mudah Terprovokasi!”
Di akhir keterangannya, Papalia menyampaikan imbauan yang sangat relevan di era banjir informasi seperti sekarang:

“Saya berharap masyarakat cerdas dalam memilah informasi. Dapatkan penjelasan dari sumber resmi, jangan langsung percaya dengan isu yang belum jelas asal-usulnya.”
Beliau juga mengingatkan bahwa keresahan yang tidak berdasar justru bisa merugikan banyak pihak—mulai dari ibu rumah tangga yang panik membeli berlebihan, hingga pedagang yang terpaksa menaikkan harga karena permintaan buatan.
Kondisi Terkini: Stabil, Aman, Terkendali
Hingga berita ini diturunkan, penyaluran minyak tanah di Kota Piru berjalan normal dan lancar. Pangkalan-pangkalan buka seperti biasa, pasokan mencukupi, dan harga sesuai ketentuan.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memantau distribusi agar tidak terjadi gejolak di kemudian hari.
Pesan Penutup: Tenang, Mitan Ada!
Kepada seluruh warga Piru dan sekitarnya, mari kita bersama-sama:
Cek fakta sebelum menyebarkan informasi, Beli sesuai kebutuhan, jangan menimbun. Laporkan jika menemukan indikasi penyelewengan ke Disperindag atau aparat setempat.
Karena stok aman, distribusi lancar, dan pemerintah hadir untuk melayani.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan—kecuali ketidakmampuan kita dalam membedakan berita benar dan hoax.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *