Lepanews.com, Pemerintah Kota Ambon resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang berpusat di Pattimura Park dan Lapangan Merdeka Ambon. Berlangsung mulai 26 Agustus hingga 10 September 2026, festival tahunan ini mengusung misi besar untuk mempererat kebersamaan warga melalui berbagai aktivitas fisik, pelestarian budaya, dan program edukasi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Ambon menggandeng Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan Tim Penggerak PKK Kota Ambon. Kolaborasi ini menghadirkan program inklusif yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari anak usia dini (PAUD), pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyatakan bahwa momentum hari jadi kota ini harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari perayaan ini bukanlah seremoni belaka, melainkan panggung partisipasi aktif bagi warga.
“Ambon adalah milik semua. Karena itu, seluruh masyarakat harus diberikan ruang untuk berpartisipasi, berkarya, sekaligus membangun kebersamaan,” ujar Wattimena dalam keterangannya di Ambon, Rabu (26/8/2026).
Sinergi Olahraga Tradisional dan Pemberdayaan Masyarakat
Guna membangkitkan gairah olahraga rekreasi, KORMI Kota Ambon memelopori sejumlah perlombaan fisik dan permainan tradisional. Beberapa di antaranya meliputi kompetisi bola sundul, permainan caca, line dance, goyang kreasi Ambon Manise, sepak bola antarperangkat daerah, hingga lomba panjat pinang yang selalu menjadi magnet penonton.
Di sisi lain, TP-PKK Kota Ambon mengambil peran dalam aspek edukasi, kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga. PKK menggelar tari kreasi Nusantara untuk anak PAUD, lomba bertutur dengan tema pencegahan stunting, serta sosialisasi antiperundungan (anti-bullying) bagi siswa SMP. Tidak ketinggalan, diadakan pula senam lansia, Expo PKK, pertunjukan seni, dan lomba olahan pangan lokal.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Ambon menggandeng Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan Tim Penggerak PKK Kota Ambon. Kolaborasi ini menghadirkan program inklusif yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari anak usia dini (PAUD), pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Wali Kota berharap, lomba olahan pangan lokal ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat memasak, melainkan mampu memicu kreativitas warga dalam memanfaatkan potensi pangan daerah demi membuka peluang ekonomi baru skala rumah tangga.
Di akhir penyampaiannya, Bodewin mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga sportivitas dan kondusivitas selama dua pekan ke depan.
“Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat bertemu, berkumpul, bergembira, dan membangun persaudaraan,” pungkasnya. (*








