FRAKSI PKB DESAK KAPOLRES SBB USUT TUNTAS KEMATIAN PEMUDA DI LUHU: DUGAAN KUAT PEMBUNUHAN

Lepanews.com, PIRU, 29/08/2026 – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Kapolres SBB AKBP Andi Zulkipli segera membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas penemuan mayat seorang pemuda di Desa Luhu, Kecamatan Huamual.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Fraksi PKB DPRD SBB Samsul Saleh Heluth kepada media , Sabtu (29/8). “Ini Tidak Wajar, Usut Sampai Tuntas”
Korban diketahui berinisial FH (27), warga Desa Luhu. Jasadnya ditemukan warga pada Selasa (25/8) di wilayah Sapalatu, dekat perkebunan, dalam kondisi tergantung di bawah pohon.

Namun yang membuat curiga, tubuh korban penuh luka dan memar di sekujur badan. “Penemuan mayat tersebut diduga kuat akibat dianiaya oleh orang tidak dikenal. Karena itu saya minta tegas kepada Kapolres SBB untuk segera bertindak dan melakukan penyelidikan secara transparan,” tegas Heluth.

Menurutnya, kematian FH sangat tidak wajar. Jika dibiarkan berlarut, dikhawatirkan memicu spekulasi liar di masyarakat.Minta Forensik dan Penyidik Bekerja Profesional

Heluth meminta penyidik dan tim forensik bekerja cepat dan profesional. Harus dipastikan apakah ada unsur tindak pidana dalam kematian korban.”Persoalan ini harus diusut tuntas. Kepolisian harus bergerak cepat agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kejelasan kasus ini penting untuk menjaga rasa aman warga, khususnya keluarga korban dan masyarakat Desa Luhu.”Keluarga dan masyarakat Luhu saat ini menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Sebab kematian korban ini sangat tidak wajar,” harap Heluth.

Tuntutan ke Kapolres
Fraksi PKB mendorong Polres SBB segera: Lakukan olah TKP ulang dan autopsi Forensik saksi-saksi di sekitar lokasi Sapalatu.

Ungkap pelaku jika terbukti ada unsur penganiayaan dan pembunuhanHingga berita ini diturunkan, pihak Polres SBB belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan awal kasus tersebut.Warga kini menanti langkah konkret aparat untuk menjawab: apakah FH benar-benar menjadi korban pembunuhan? (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *