MEGAH DAN MENGHARUKAN, GEDUNG GEREJA GPM GETSEMANI PIRU RESMI DITAHBISKAN SETELAH 11 TAHUN BERJUANG

Lepanews.com, SERAM BARAT, 30/08/2026 – Tangis haru dan tepuk syukur pecah di Desa Piru, Minggu (30/8). Setelah 11 tahun berjuang, Gedung Gereja Jemaat GPM Getsemani Piru akhirnya resmi ditahbiskan. Kemegahan bangunan baru itu menjadi saksi persatuan iman, TNI, pemerintah, dan masyarakat SBB.

Acara dimulai pukul 11.15 WIT dan dihadiri ratusan jemaat. Hadir pula jajaran penting daerah hingga pusat.

Pangdam, Gubernur, dan Sinode Hadir BersamaRombongan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto disambut langsung Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda.

Turut mendampingi Kapoksahli XV/PTM Brigjen Julius Jolly Suawa dan Danrem 151/Binaiya Brigjen Rafles Manurung.

Selain itu hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua Sinode GPM Pdt. S. I. Sapulette, Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Heinart Talarima, Wakapolres SBB Kompol Pieter Matahelumual, Kalapas SBB Hery Kusbandono, hingga Kepala Desa Piru O. Manupassa. Sekitar 500 tamu undangan memadati halaman gereja.

Penyerahan Kunci, Simbol Estafet PelayananProsesi diawali laporan panitia, penandatanganan prasasti, hingga momen paling mengharukan: penyerahan kunci dari Ketua MPH Sinode GPM kepada Ketua MPK Seram Barat, lalu diteruskan ke Ketua Majelis Jemaat GPM Getsemani.

Ketua Sinode GPM Pdt. S. I. Sapulette mengingatkan, “Megahnya gedung ini harus diimbangi dengan megahnya iman dan pembinaan mental jemaat.

“Pangdam: Gereja Ini Rumah Persatuan dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen Dody Triwinarto menegaskan kehadirannya adalah bukti komitmen TNI menjaga toleransi dan rohani di Maluku.”Gereja bukan sekadar bangunan fisik. GPM Getsemani ini rumah doa, tempat persekutuan, pendidikan iman, dan pusat kegiatan sosial,” tegasnya.

Ia mengajak warga meneladani semangat ‘Saka Mese Nusa, Satu Hati Membangun Negeri’.

“Jadikan gereja ini tempat membina generasi muda dan perekat persatuan di Piru,” ujarnya.

Pangdam juga mengapresiasi jemaat yang selama ini aktif kerja bakti bersama Babinsa Koramil Piru.

Gubernur, 11 Tahun Iman yang Tak Menyerah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut pembangunan ini adalah perjuangan panjang sejak 5 Agustus 2015.

“Nama Getsemani mengajarkan kita tentang iman yang berdoa dan berjuang. Tetap percaya meski berat, tidak menyerah dalam ujian,” kata Gubernur.

Ia juga menekankan gereja ini berdiri di atas tanah milik TNI AD. “Ini bukti nyata sinergi, toleransi, dan persatuan anak bangsa tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.Gubernur berpesan dengan semangat ‘Par Maluku Pung Bae’, persekutuan warga harus makin erat seiring megahnya gedung ini.

Ia juga mengimbau warga menjaga alam: jangan bakar hutan, jangan buang puntung rokok sembarangan, dan segera lapor aparat jika melihat titik api.

Doa Syukur Tutup AcaraRangkaian ditutup dengan doa syukur bersama. Tepat pukul 13.30 WIT, prosesi pentahbisan selesai dalam suasana aman, khidmat, dan penuh sukacita.Bagi Jemaat GPM Getsemani Piru, hari ini bukan hanya peresmian gedung. Ini adalah kemenangan iman, gotong royong, dan bukti bahwa persatuan bisa membangun sesuatu yang megah. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *