LEPANEWS.COM, Dobo, Lepanews.com,- Di tengah semangat pelayanan dan persiapan yang penuh sukacita, jemaat GPM Rotnama justru diperhadapkan dengan kenyataan yang memprihatinkan. Pasalanya pekerjaan jalan penghubung anatara Desa Romdara-Rotnama tak kunjung di kerjakan.
” Jalan utama yang menjadi akses keluar-masuk desa tampak rusak parah karena berlumpur, tergenang air, dan sulit dilalui oleh masyarakat pejalan kaki maupun kendaraan baik roda dua dan roda empat” Uangkap Rido Loimalitna salah satu pemuda asal desa Rotnama kepada wartawan Sabtu, (28/02/2026) melalui seluler nya.
Rido mengungkapkan bahwa setiap kendaraan yang melintas di areal tersebut harus berjuang, bahkan tak jarang harus didorong bersama-sama agar bisa keluar dari kubangan. Pemandangan ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan gambaran nyata dari tantangan yang sedang dihadapi masyarakat.
“Padahal saat ini jemaat sementara mempersiapkan diri menyambut tiga agenda besar gereja yaitu Sidang Klasis GPM Pulau-Pulau Luang Sermata, Konferensi Daerah AMGPM Pulau-Pulau Luang Sermata, dan Rapat Kerja YPPK Dr. J. B. Sitanala Cabang Luang Sermata, namun seakan-pemkab MBD dan Wakil Rakyat yang ada tidak pernah melirik proyek tersebut. ” Ujar Rido.
Dirinya menambahkan Tiga momentum penting yang bukan hanya menjadi ajang pertemuan rohani dan organisatoris, tetapi juga wujud kesaksian pelayanan kepada banyak orang yang akan datang dari berbagai jemaat di lingkup Klasis Pulau-pulau Luang Sermata. Namun ironisnya terasa ketika semangat menyambut tamu dan mempersiapkan pelayanan harus berjalan beriringan dengan perjuangan melewati jalan yang rusak dan berlumpur saat di guyur hujan.
“Akses transportasi menjadi terhambat, distribusi perlengkapan tersendat, dan mobilitas warga terganggu. Jalan yang seharusnya menjadi sarana pendukung pelayanan justru menjadi hambatan. ” Tandas Rido
Meski demikian, kata pemuda lulusan sarjana hukum itu, semangat jemaat tidak surut. Gotong royong tetap dilakukan. Warga saling membantu, mendorong kendaraan, mengangkat barang, dan memastikan setiap persiapan tetap berjalan.
“Dari lumpur itu terlihat keteguhan hati dan kebersamaan yang kuat bahwa pelayanan tidak boleh terhenti hanya karena kondisi fisik jalan. Akan tetapi, tetap berharap semoga kerusakan jalan ini menjadi perhatian serius semua pihak terkait. Sebab ketika gereja sedang menata langkah untuk membangun iman, generasi muda, dan pendidikan, dukungan infrastruktur yang layak adalah bagian penting dari keberhasilan pelayanan itu sendiri. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga menjadi tanda kepedulian dan keberpihakan terhadap masyarakat yang sedang berjuang dengan penuh kesetiaan.” Pungkasnya. (*








