Dobo, Lepanews.com ,– Kondisi pasokan listrik di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, yang belakangan ini dikeluhkan warga akibat sering mengalami pemadaman dan menyala kembali dalam waktu singkat, menuai sorotan sejumlah aktivis.
Gangguan listrik yang terjadi secara berulang tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha warga. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelayanan dan kinerja pihak PT PLN (Persero) ULP Dobo.
Sejumlah aktivis mempertanyakan sejauh mana langkah dan upaya yang telah dilakukan Kepala PLN Dobo dalam mengatasi persoalan kelistrikan yang terus dikeluhkan masyarakat.
Menurut mereka, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, pelayanan kelistrikan harus menjadi perhatian serius pihak PLN.
Mereka juga meminta agar pihak PLN Dobo tidak hanya memberikan penjelasan setiap kali terjadi gangguan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi konkret sehingga persoalan listrik mati-menyala tidak terus berulang.
Selain itu, PLN diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan penyebab gangguan kepada masyarakat, termasuk memberikan informasi apabila terdapat pemeliharaan jaringan maupun kendala teknis yang mengharuskan terjadinya pemadaman.
“Jangan sampai masyarakat terus dirugikan dengan kondisi listrik yang tidak stabil. Kami berharap ada evaluasi dan langkah nyata dari pihak PLN,” demikian hal itu disampaikan Ktempa GMKI Cabang Kepulauan Aru terkait persoalan tersebut kepada wartawan media ini. Jumat (6/11/2026) di Dobo.
Para aktivis juga meminta perhatian manajemen PLN wilayah Maluku untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya di wilayah Kota Dobo.
Masyarakat berharap PLN segera melakukan pembenahan terhadap sistem jaringan dan pasokan listrik agar pelayanan dapat berjalan lebih stabil dan maksimal.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab gangguan listrik tersebut serta tanggapan resmi Kepala PLN Dobo belum dapat dikonfirmasi lantaran Kepala PLN tidak berada di tempat. (*)








