TP PKK Gelar Rakor Stunting di Aru, Claudia Dorong Penguatan Keluarga Peduli Gizi

Dobo,Lepanews.com , – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di daerah Kepulauan Aru.

Kegiatan berlangsung di lantai II Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru pada Senin, (5/10/2026) itu menjadi bagian dari agenda kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, bersama rombongan ke Dobo.

Rakor di pimpin langsung oleh ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, yang di dampingi Ketua TP PKK Kepulauan Aru Claudiya Imarisa Kaidel itu membahas berbagai langkah strategis dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, termasuk penguatan koordinasi antara TP PKK Provinsi dan Kabupaten dalam pendampingan keluarga sasaran.

“Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program penanganan stunting dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.” Ujar Lewerissa dalam rakor tersebut.

Lewerissa menegaskan, Pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting juga menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan intervensi yang diberikan, memberikan hasil optimal.

Selain membahas percepatan penurunan stunting, kunjungan TP PKK Provinsi Maluku di Aru juga dirangkaikan dengan pembinaan kelembagaan PKK serta penguatan transformasi Posyandu.

Sebelumnya, agenda kunjungan tersebut diawali dengan sosialisasi transformasi Posyandu dan inovasi Walang Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang diikuti perwakilan camat, Ketua TP Posyandu Kabupaten, kecamatan, Ketua TP Posyandu desa dan kader Posyandu desa.

Olehnya, Penguatan Posyandu diharapkan dapat semakin mendukung pelayanan dasar masyarakat, khususnya dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak serta upaya pencegahan stunting sejak dini.

Sementara dalam Rakor, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru Claudia Imarisa Kaidel memaparkan data terbaru. Berdasarkan SSGI 2024 prevalensi stunting Aru mencapai 37,6%, data aplikasi pencatatan gizi 2025 sebesar 26,73%, dan data 2026 hingga saat ini 30,49%. Untuk itu Target nasional 2029 prevalensi stunting mencapai 14,2% dan wasting 5%.

“Stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi urusan kita bersama sebagai lintas sektor,” tegas Claudia.

Melalui GKS-TTB, TP PKK mendorong penguatan gerakan keluarga yang peduli gizi, kebersihan, kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Relevan untuk Aru sebagai wilayah kepulauan yang rentan bencana.

Melalui Rakor tersebut, TP PKK Provinsi Maluku dan TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan koordinasi, sehingga berbagai program penurunan stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Sekretariat TP-PKK Kabupaten Kepulauan Aru menjadi salah satu unsur kelembagaan yang terkait dengan pelaksanaan program PKK di daerah. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *