GPPP Maluku Suarakan Keberlanjutan Pembangunan: Ulwan Talaohu Figur Tepat Kepala BPJN Definitif

Lepanews.com, Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Penggerak Persatuan (DPW GPPP) Provinsi Maluku secara tegas menyatakan dukungannya kepada M. Ulwan Talaohu, ST., MT., yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, untuk ditetapkan sebagai Kepala BPJN Maluku Definitif.

Ketua DPW GPPP Provinsi Maluku, Eliza A. de Lima, SH., MH., menyampaikan bahwa dukungan ini didasarkan pada rekam jejak, prestasi, dan dedikasi nyata yang ditunjukkan M. Ulwan Talaohu selama bertugas di wilayah Maluku.

“Kualitas kepemimpinan dan rekam jejak beliau dalam mengelola serta mengeksekusi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku sudah teruji. Integritas dan kinerjanya menjadi alasan kuat mengapa pemuda Maluku mendukung beliau untuk memimpin BPJN Maluku secara definitif,” ujar Eliza A. de Lima.

Rekam Jejak Penanganan Infrastruktur Teruji
Sebagai gambaran rekam jejaknya, saat menjabat Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Maluku pada periode 2020–2023, M. Ulwan Talaohu membawahi wilayah kerja strategis yang mencakup Kota Ambon, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pada periode tersebut, Satker PJN Wilayah I berhasil menangani total panjang jalan mencapai 436,89 kilometer dan penanganan jembatan sepanjang 21,879 meter. Penanganan jalan tersebut terbagi dalam empat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK):

PPK 1.1: 66,88 km

PPK 1.2: 129,60 km

PPK 1.3: 131,98 km

PPK 1.4: 106,92 km

Capaian Kemantapan Jalan Nasional dan Penanganan Bencana
Salah satu bukti keberhasilan penanganan infrastruktur jalan di bawah kepemimpinannya adalah pencapaian tingkat kemantapan jalan nasional yang mencapai 96,05 persen pada Semester II 2022. Kualitas jaringan jalan ini menjadi krusial dalam mendukung mobilitas serta ekonomi masyarakat di daerah kepulauan seperti Maluku.

Selain pembangunan rutin, penanganan cepat terhadap dampak bencana alam juga menjadi catatan penting. Di kawasan PPK 1.1, titik-titik rawan seperti Tantui, Batu Koneng, Ambon City of Music (Hative Besar), Halong, Passo, Liang, hingga Kate-kate mendapat penanganan terukur sepanjang 2021–2022.

Sementara di PPK 1.2, ketika bencana longsor memutus akses jalan Namlea–Namrole Km 90 di kawasan Batu Barani pada 2020, langkah penanganan darurat hingga permanen dengan teknologi modern berhasil memulihkan akses mobilitas warga.

Inovasi Teknologi dan Penuntasan Proyek Strategis
Penerapan teknologi konstruksi yang tepat sasaran menjadi keunggulan tersendiri dalam penanganan infrastruktur di Maluku, di antaranya:

Penggunaan Bronjong Angkur: Untuk penanganan permanen longsoran di kawasan Batu Barani (Namlea–Namrole).

Geobag Geosintetik: Digunakan untuk mengendalikan erosi Sungai Waeapu di Waegeren serta proteksi lereng bawah menuju Namrole.

Pembangunan 3 Jembatan Kota Ambon: Penyelesaian Jembatan Wai Lawa (Laha), Jembatan Wai Poka (Poka), dan Jembatan Wai Lapu (Halong) pada 2022.

Penggantian Jembatan Wai Kaka: Penanganan dampak banjir berupa penggantian jembatan bentang 100 meter yang diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan di tengah situasi pandemi Covid-19 (2020–2021).

Semua pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan memprioritaskan keselamatan konstruksi, pengujian teknis yang ketat, serta pengawasan administrasi dan kontraktual sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku.

Kepemimpinan Kolektif untuk Infrastruktur Maluku
Meski keberhasilan pembangunan infrastruktur merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pelaksana di lingkungan BPJN Maluku, pengalaman serta pemahaman mendalam yang dimiliki M. Ulwan Talaohu terhadap kondisi wilayah Maluku menjadi nilai tambah yang sangat signifikan.

DPW GPPP Provinsi Maluku menilai bahwa penetapan M. Ulwan Talaohu sebagai Kepala BPJN Maluku Definitif akan menjamin keberlanjutan percepatan pembangunan konektivitas dan pemerataan infrastruktur di Maluku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *