LEPANEWS.COM, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan pidato kebudayaan dan arah pembangunan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.
Mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, ia menegaskan bahwa perubahan besar di Kota Ambon harus dimulai dari kesadaran serta budaya menjaga kebersihan.
Dalam pidatonya, Bodewin menyampaikan bahwa usia 451 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan cerita perjuangan, perjumpaan, kebangkitan, dan harapan dari generasi ke generasi. Peringatan HUT ini tidak sekadar kegiatan seremonial bertambahnya usia, melainkan momentum refleksi masa lalu sekaligus penentu arah masa depan Kota Ambon.
“Kebersihan harus menjadi budaya dan karakter masyarakat Kota Ambon. Kita tidak boleh hanya membersihkan kota ketika ada perayaan, perlombaan, atau kunjungan tamu kehormatan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah, lorong, sekolah, hingga ruang publik,” tegas Bodewin.
Ia menambahkan, gerakan Ambon Bersih berdampak langsung pada terwujudnya Maluku yang sehat dan produktif, yang kelak menjadi bagian dari kekuatan menuju Indonesia Maju.
Benteng Victoria sebagai Benteng Kebudayaan dan Identitas
Selain masalah lingkungan, Wali Kota Ambon juga memberikan sorotan khusus pada keberadaan Benteng Victoria. Menurutnya, situs sejarah tersebut harus dipandang bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai aset sejarah, kebudayaan, dan benteng identitas warga Ambon.
“Jika dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan fisik, maka hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan, dan benteng identitas orang Ambon,” lanjutnya.
Ia berharap tempat bersejarah tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda untuk mempelajari perjalanan sejarah kota, memperkenalkan seni, serta memfasilitasi ruang kreatifitas anak muda.
Pesan untuk Generasi Muda dan Kolaborasi Multisektor
Bodewin juga mengajak seluruh pemuda Ambon untuk tidak melupakan kearifan lokal seperti pela gandong, baku sayang, baku bantu, baku kele, dan baku jaga di tengah arus modernisasi. Generasi muda didorong untuk menguasai teknologi digital, memperkuat sektor ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, serta musik dan seni budaya agar mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.

Menutup pidatonya, Bodewin menyadari kompleksitas tantangan kota mulai dari pengelolaan sampah, pelayanan publik, kemacetan, hingga penataan ruang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota, DPRD, TNI/Polri, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, media, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kita mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi mempunyai satu tujuan yang sama: membuat Ambon menjadi lebih baik dari hari kemarin,” pungkasnya. (*

