Langkah Konkret Pemkot Ambon Bendung Sampah Laut Melalui Trash Boom dan Edukasi 3R

Lepanews.com, Pemerintah Kota Ambon terus memperketat penanganan limbah rumah tangga guna mencegah kerusakan ekosistem pesisir dan laut. Selain memasang tiga penangkap sampah (trash boom) di muara sungai, Pemkot Ambon menekankan pentingnya edukasi prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) kepada masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan yang berlangsung di Vlisingen, Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026). Forum ini menghadirkan peraih Kalpataru 2026 binaan Pemkot Ambon, Wutmaili Romuty (Bapak Uce), serta jejaring pemuda dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika-Eropa (PPIDK Amerop) melalui program Pengabdian Masyarakat Kabinet Mandala Siddhayatra.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengungkapkan bahwa volume sampah yang tersaring di trash boom saat ini mencapai ratusan kilogram per hari. Angka tersebut menjadi indikator bahwa kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai masih menjadi tantangan mendesak yang harus diselesaikan.

“Infrastruktur fisik seperti trash boom berfungsi menahan sampah agar tidak mencemari laut. Namun, kunci utamanya tetap pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” tegas Bodewin.

Menurutnya, penanganan masalah lingkungan memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, sektor usaha, komunitas lokal, hingga elemen pemuda. Integrasi gerakan ini juga dinilai penting untuk mendukung kelestarian destinasi wisata bahari unggulan di Maluku, seperti Banda Naira.

Melalui sinergi lintas pihak dan edukasi nilai ekonomi sampah, Pemkot Ambon berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh menjadi kesadaran kolektif yang berkelanjutan. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *