LEPANEWS.COM, Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Ramai-ramai membangun jalan tani menuju area Perkebunan.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat, yang secara bahu membahu membuka dan meratakan jalan penghubung antara permukiman warga dan lahan pertanian.
Hal ini disampaikan oleh Saharim Nanilette, Ketua Kelompok Jalan Tani Ola. Kepada Media ini, Jumat (21/11/2025).
Saharim Menjelaskan, Pembuatan jalan ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat petani dalam mengangkut hasil pangan lokal desa serta meningkatkan distribusi alat dan bahan pertanian ke setiap lahan warga.
Sudah ratusan tahun, masyarakat saat bepergian ke lahan perkebunan selalu “pejalan kaki” dengan jarak yang di “tempuh 1 hingga 7 Kilometer”. Tuturnya.
Lanjut Nanilette. Untuk tahapan pembersihan lahan hingga pelebaran jalan semua sudah rampung. tinggal pengecoran. Nah, Saat ini kami baru selesaikan pengecoran dengan “Panjang 30 M, dan Lebar 2 M”. Masih tersisa kurang lebih 7 kilo yang belum dilakukan pengecoran. karena keterbatasan bahan.
Sebab jalan ini dikerjakan secara swadaya dengan memanfaatkan material lokal dan nonlokal dengan alat seadanya.
Tentunya, Untuk menyelesaikan pekerjaan ini, membutuhkan waktu yang sangat lama. Apalagi dengan panjang jalan 7 kilo. Yang hanya mengandalkan modal semangat, serta sumbangan dari setiap anggota masyarakat. Ungkapnya
Komentar yang sama pula disampaikan oleh Ajuan Hitimala, Tokoh Muda Seram Bagian Barat. Kepada Media ini, dirinya merasa memprihatinkan terhadap kondisi jalan Tani ola yang di bangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Bahkan sempat menyempatkan waktu secara bersama-sama dengan warga dalam kegiatan gotong-royong bangun jalan ini.
Lanjut Ajuan, dirinya mengaku, jalan yang dibangun ini masyarakat hanya bermodal semangat. serta jiwa kebersamaan gotong-royong yang tinggi, dengan ketersediaan bahan dan alat yang terbatas. Tentu, jalan ini dapat diselesaikan dengan membutuhkan waktu sangat lama. Akuinya.
Oleh karena itu, Ajuan meminta kepada pemerintah Daerah, agar perlu melihat desa-desa yang masih mengalami keterisolasian seperti infrastruktur jalan tani
Sebab, bila ketersediaan pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih baik ke depan. Selain memudahkan akses ke lahan pertaniaan, jalan tersebut juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil pangan lokal desa karena distribusi menjadi lebih efisien. Harapnya. (*








