Lepanews.com, HATALAI, LEITIMUR SELATAN — Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen memperkuat identitas kebudayaan daerah melalui pelaksanaan event seni dan adat di tingkat negeri. Hal tersebut ditegaskan oleh Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka secara resmi Festival Marawai yang berlangsung di Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Selasa (25/8).
Acara yang berlangsung penuh khidmat dan meriah tersebut turut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., jajaran Pemprov Maluku, Pemkot Ambon, unsur Forkopimda, pimpinan MPH Gereja Protestan Maluku (GPM), Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Timur, para Raja dan Penjabat Kepala Pemerintah Negeri se-Kota Ambon, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon menyampaikan dua poin penting terkait strategi pelestarian nilai-nilai adat dan sinergi pembangunan daerah.
Pemkot Ambon mendorong seluruh negeri dan desa untuk terus menghidupkan tradisi warisan leluhur seperti Panas Pela dan Panas Gandong. Wali Kota menekankan bahwa nilai sejarah tidak boleh berhenti sebagai bahan literasi atau cerita semata, melainkan harus diwujudkan dalam atraksi seni budaya dan pembentukan sanggar di setiap kelurahan/negeri agar generasi muda dapat memahami dan mencintai budaya.
Wali Kota menyampaikan apresiasi atas,
dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku terhadap pembangunan di Kota Ambon. Beliau mengimbau seluruh Raja dan Penjabat Kepala Pemerintah Negeri untuk terus mempererat kebersamaan dan membangun Kota Ambon mulai dari tingkat negeri.
Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Panitia, Bung Jonathan Kainama, seluruh jajaran panitia, serta warga masyarakat Negeri Hatalai atas inisiatif dan kerja keras dalam menyelenggarakan Festival Marawai.
“Festival Marawai ini menjadi pengingat bagi kita semua akan kewajiban melestarikan warisan adat istiadat dari para leluhur. Mari kita jaga kebersamaan ini demi Ambon yang lebih baik,” tutup Wali Kota.

