Diduga polres SBB membisu, Kapolda diminta Ungkap pelaku Pembakaran Excapator Milik PT. SIM

LEPANEWS.COM, Salah satu tokoh pemudah Kab. SBB, yang engan disebut nama menyebutkan, ada masalah terkait budaya kerja polisi. Dia menilai polres SBB saat ini bekerja lambat dan malas-malasan di tengah banyaknya polimik dimasyarakat terkait pembakaran 2 alat berat Milik PT. SIM, yang berdampak pada ganguan Kamtipmas di wilayah Kab. SBB pada beberapa waktu yang lalu.

Lagi – lagi polres SBB Lambat mengungkap Pelaku Pembakaran 2 alat berat Milik PT. SIM, hal ini perlu Polda Maluku mengevaluasi kinerja satuan Reserse Kriminal Polres SBB yang merupakan unsur pelaksanan tugas pokok yang berada dibawah Kapolres. Tuturnya

Dugaan Publik, Memang ada masalah soal kinerja Reskrim Polres SBB saat ini, yang masih lelet, Masih lambat dan Masih malas serta tidak profesional dalam penangan sebuah khusus, kata dia

Kerja lambat yang dipraktekkan oleh Institusi polres SBB akan membuat wajah polri Tercoreng di mata publik, sedangkan Penerapan professional kinerja oleh Polda Maluku selalau diutamakan, yang dibuktikan saat pengungkapan kasus penikaman pelajar di desa Hunut kota Ambon, tidak mencapai waktu 1×24 jam pelaku sudah ditangap, tuturnya saat diwawancarai media ini

Untuk tetap menjaga reputasi Polri yang sudah baik di mata publik, Kapolda Maluku, diminta harus turun gunung untuk mengungkap Kasus ini, agar PT. SIM merasa puas dan tetap nyaman berinvestasi di wilayah Kabupaten. SBB, Bumi Saka Mese Nusa

Dilihat dari kronologis terbakarnya alat berat Milik PT. SIM, yang disampaikan Saksi lewat keterangannya, Penyidik Reskrim Polres SBB saat itu, sudah bisa menganalisa, apakah keterangan yang disampaikan secara fakta atau ada unsur memutarbalikkan fakta sebenarnya.

Tambahanya, Sedangkan Keterangan Saksi Pukul 03.30 WIT bahwa setelah melaksanakan kegiatan patroli, mereka berdua kembali ke pos penjagaan, dan setelah sampai di pos penjagaan namun ternyata salah satu anggota security tersebut lupa senter (alat penerang) dan kembali mengambilnya, setelah dalam perjalanan kembali untuk mengambil senter tersebut saya (Ahmad Bagdap Samal) tiba-tiba melihat kobaran api dari 2 unit alat berat jenis excavator dan langsung pergi untuk memberitahu kepada pos penjagaan induk,

Pertanyaannya, Alat Penerang yang digunakan sebagai alat bantu untuk menuntun mereka berdua melaksanakan tugas patroli, kenapa saat berjalan balik dalam kegelapan tidak ingat alat penerang, ketika sampai di Pos penjagaan induk baru ingat, *”Gelap berbeda dengan Terang, hitungan detik manusia di kegelapan akan merindukan terang”* Analisanya

Investasi sangat dibutuhkan diwilayah Kab. SBB sehingga masyarakat merindukan Kamtibmas tetap aman dan Damai, karena Hidup berdampingan dalam bingkai persaudaraan dengan tidak memandang perbedaan harus dijaga dengan baik..tutupnya. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *