Derita Rakyat Tak Tersentuh: Jembatan Putus, Bupati SBB Bungkam!

LEPANEWS.COM, Maluku — Derita masyarakat di Kecamatan Inamoso, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kini semakin kompleks. Ribuan kepala keluarga di sejumlah desa di wilayah itu harus menanggung penderitaan berat setelah jembatan satu-satunya yang menjadi akses utama menuju pusat perekonomian di Kecamatan Kairatu putus sejak lima hari lalu, tepatnya pada Jumat (24/10/2025).

Putusnya jembatan tersebut membuat warga kehilangan jalur vital yang selama ini mereka gunakan untuk menjual hasil perkebunan ke pasar Waimital, Desa Kairatu. Padahal, hampir 90 persen masyarakat Inamoso menggantungkan sumber penghidupan mereka dari aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Akibatnya, sekitar enam desa di Kecamatan Inamoso kini terisolasi total. Warga kesulitan menjual hasil kebun, membeli kebutuhan pokok, maupun mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

“Sudah lima hari kami tidak bisa menyeberang. Hasil kebun busuk di rumah karena tidak bisa dibawa ke pasar,” keluh salah satu warga Inamoso saat ditemui media ini, Rabu (29/10/2025).

Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya respon pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten SBB untuk memperbaiki jembatan atau menyediakan jalur alternatif bagi warga.

Banyak pihak menilai, sikap pemerintah yang terkesan cuek terhadap penderitaan masyarakat Inamoso mencerminkan lemahnya empati dan tanggung jawab terhadap rakyat di daerah terpencil.

“Seakan tak punya hati. Pemerintah hanya diam sementara rakyatnya terisolasi dan mungkin sedang kelaparan,” ujar Saman Amirudin Patty dengan nada kecewa.

Upaya konfirmasi Nusaberita.live kepada Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat belum membuahkan hasil. Keduanya memilih tidak memberikan tanggapan terkait kondisi warganya yang kini tengah terjebak dalam keterisolasian. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *