LEPANEWS.COM, Dobo (Kepulauan Aru),- Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW 1446 Hijriah, jamaah masjid Khoirul Bhari kompleks koramil pantai Dobo Kecamatan Pulau-pulau Aru, bekerjasama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Kepulaun Aru melaksanakan penjemputan dan pemasangan tiang Alif Masjid pada Sabtu,(25/01/2025).
Kegiatan yang berlangsung meriah, diawali dengan pengambilan tiang Alif di desa Ujir, dengan menyeberangi lautan.
Ketua panitia kegiatan, Dahlan Walay kepada wartawan mengatakan, kegiatan diawali dengan keberangkatan sejumlah jamaah ke desa ujir untuk mengambil tiang Alif yang langsung diseberangkan ke kota Dobo. Setibanya di pelabuhan Yos Sudarso Dobo, dilaksanakan acara penejmputan dan arak-arakan menuju komplek Koramil pantai sebagai lokasi tempat masjid tersebut berada.
“Alhamduliah kegiatan hari ini adalah pemotongan tiang Alif, setelah kami berangkat dari kota Dobo jam 8 pagi, sampai di desa Ujir jam 10, kami sempat istirahat dan juga makan siang, lalu kami lanjut untuk melakukan pemotongan tiang Alif, setelah itu kami kembali ke Dobo. Kami panitia sudah mengatur dengan ta’mir serta para remaja dan pemuda, juga BKPRMI Kepulauan Aru yang ada, untuk iring-iringan mengawal tiang Alif menuju ke mesjid kami”, kata Walay.
Walay menjelaskan, pembangunan masjid komplek Koramil pantai sendiri dilaksanakan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) panitia pada tahun 2014, namun pekerjaannya sendiri baru dimulai sejak tahun 2015. Terkait proses pemasangan tiang Alif yang baru terlaksana pada tahun ini, Walay akui mengalamai kendala, terutama menyangkut pendanaan, sehingga proses pembangunan tak selancar yang diharapkan.
“Masjid ini mulai dibangun, kalau SK-nya dicetak 2014, mulai kami jalan 2015. Terus terang, kami baru saja mau pasang, karena kami terkendala dengan dana, karena dana yang kami kumpulkan itu adalah swadaya dari warga setempat, yaitu lingkungan jemaah Koramil pantai sini dan dari uang Jumat kami, dan dari sumbangan sukarela, maupun ada donator-donatur kami di Koramil ini sendiri”, kata Walay pula.
Terkait perhatian pemerintah, Walay mengaku bahwa Pemda Kepulauan Aru pernah memebrikan bantuan kepada pihaknya dalam membangun masjid tersebut. Hanya saja, pada 3 tahun belakangan, panitia meminta bantuan berupa kubah masjid, namun permohonan tersebut belum ditanggapi.
“Dari pemerintah daerah pernah kasih bantuan pada bangunan ini, tetapi tiga kali, tiga tahun berturut-turut kami mengajukan proposal untuk kubah, mungkin itu belun rejeki kami selaku panitia masjid Koramil pantai, namun kami bersyukur dan kami berharap untuk ke depan pemerintah daerah bisa melihat kami untuk pembangunan selanjutnya”, kata Walay lagi.
Ketua pantia berharap juga semoga ke depan pemerintah daerah dapat melihat masjid-masjidyang membutuhkan perhatian, agar pembangunannya lancar dan segera rampung. Khusus masjid di komplek Koramil pantai ini, panitia dan jamaah masih memerlukan bantuan berupa pembuatan pagar, teras dan beberapa kebutuhan lainnya.
Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, kegiatan penjemputan tiang Alif, yang dimulai dari pelabuhan Yos Sudarso dobo dengan diiringi oleh tarian samrah juga dikawal oleh mobil patroli pihak kepolisian, serta pengawalan ketat oleh pihak TNI AD. (*)








