Sagu Merupakan Salah Satu Sumber Pangan Utama Di Kawasan Timur Indonesia, Termasuk di Pulau Seram, Maluku

LEPANEWS.COM, Sagu merupakan salah satu sumber pangan utama di kawasan timur Indonesia, termasuk di Pulau Seram, Maluku. Selain sebagai bahan makanan pokok, sagu juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Namun, proses pengolahan sagu tradisional sering menghasilkan limbah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, pengenalan teknologi modern yang mengedepankan prinsip keberlanjutan masih minim diterapkan.

Pulau Seram, sebagai salah satu daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sagu tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai objek edukasi dan wisata. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Edupark pengolahan sagu beserta instalasi pengolahan limbahnya yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, pembangunan Edupark yang mengintegrasikan edukasi, wisata, dan teknologi pengolahan limbah berbasis sagu menjadi relevan. Edupark tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sagu yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mempromosikan Pulau Seram sebagai destinasi wisata edukasi berbasis budaya lokal. Kegiatan ini memaparkan proses perancangan Edupark yang mencakup area produksi, instalasi pengolahan limbah, dan fasilitas edukasi berbasis komunitas.

Pengabdian Masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan sebagai berikut :

  • Survei Lapangan: Mengidentifikasi lokasi potensial untuk pembangunan Edupark dan mengumpulkan data terkait proses pengolahan sagu tradisional serta limbah yang dihasilkan.
  • Wawancara dan FGD: Melibatkan masyarakat lokal, pemangku kepentingan, dan ahli lingkungan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan harapan terkait proyek ini.
  • Desain Partisipatif: Merancang tata letak Edupark berdasarkan masukan dari komunitas lokal, termasuk area produksi, fasilitas wisata edukasi, dan instalasi pengolahan limbah.
  • Studi Literatur: Menggunakan referensi terkait teknologi pengolahan limbah sagu yang ramah lingkungan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Seram mendukung penuh pembangunan Edupark sagu, karena dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan melestarikan budaya lokal. Desain Edupark meliputi :

  • Area Produksi: Fasilitas pengolahan sagu dengan teknologi semi-modern.
  • Zona Edukasi: Area interaktif bagi pengunjung untuk belajar proses pengolahan sagu dan pengelolaan limbah.
  • Instalasi Pengolahan Limbah: Sistem pengolahan limbah cair menggunakan teknologi biofiltrasi dan limbah padat untuk pupuk organik.
  • Dampak positif meliputi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah dan peningkatan kunjungan wisata. Namun, tantangan utama adalah kebutuhan pendanaan awal yang cukup besar dan keterbatasan akses teknologi di wilayah tersebut.

 

Pengabdian masyarakat tersebut juga merupakan kerjasama pula dengan para Dosen Universitas Pattimura Program Studi Teknik Perminyakan, Teknik Industri dan Pendidikan Fisika yaitu Wilma Latuny, ST, M.Si,,M.Phil, Ph.D, IPM, Victor Lawalata, ST, MT, dan David Tuhurima S.Pd. M.Pd serta Prof. Ari Widyanti, ST.,MT. Ph.D, Intan Taufik, Ph. D, Vita Wonoputri, Medria Sekar Rani, Ph.D, Ahmad Adi Pratomo (Tim dari ITB). (*

(*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *