Revitalisasi SMPN 6 Taniwel Dimulai, Batu Pertama Diletakkan di Desa Neniari Gunung, Bantuan APBN Rp1,4 Miliar untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan di Daerah 3T

Lepanews.com,-TANIWEL SBB,– Tonggak baru pendidikan di pegunungan Seram Bagian Barat dimulai. Peletakan Batu Pertama revitalisasi SMP Negeri 6 Taniwel resmi dilakukan pada Rabu, 9 September 2026 pukul 09.30 WIT di lokasi baru pembangunan, Desa Neniari Gunung, Kecamatan Taniwel.

Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya program bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari Pemerintah Pusat. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar mutu pendidikan di daerah 3T bisa sejajar dengan wilayah lain.

*Hadir 3 Pilar Negeri*
Acara dihadiri tiga unsur pimpinan di Negeri Neniari, yang dikenal sebagai “Tiga Batu Tungku”.
Hadir Pemerintah Negeri Neniari, Ketua Majelis Jemaat GPM Neniari, dan Perangkat Adat Saniri Negeri Neniari Nunung. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh masyarakat adat dan gereja terhadap pembangunan pendidikan.

*Kepala Sekolah: Ini Jawaban Doa*
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 6 Taniwel, Jonanis B. Latul, S.Pd menyampaikan rasa syukur.

“Hari ini kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk memulai pembangunan sekolah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi ini bersumber dari dana APBN Tahun 2026 dengan nilai bantuan *Rp1.432.126.000*. Masa pengerjaan ditargetkan *120 hari kalender*, mulai 31 Agustus 2026 hingga 28 Desember 2026.

“Kami berharap proses pembangunan dari awal sampai selesai berjalan baik, dan hasilnya bisa digunakan maksimal untuk aktivitas belajar mengajar. Ini demi menunjang mutu pendidikan di Taniwel Pegunungan,” tambah Pak Jonanis.

*Simbol Kebersamaan*
Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh 4 tokoh:
1. *Ketua Majelis Jemaat GPM Neniari* – peletakan pertama
2. *Kepala Desa Neniari, Piter Rumahsoal* – peletakan kedua
3. *Kepala Sekolah SMPN 6 Taniwel, Jonanis B. Latul, S.Pd* – peletakan ketiga
4. *Kepala Tukang* – peletakan keempat

Momen ini menjadi tanda bahwa pembangunan sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gereja, adat, dan masyarakat.

Dengan dimulainya revitalisasi ini, SMPN 6 Taniwel diharapkan menjadi rumah belajar yang layak, nyaman, dan mampu mencetak generasi unggul dari jantung pegunungan Seram Bagian Barat. (*

Pos terkait