Realisasi Anggaran OPD Ambon di Bawah 30 Persen, DPRD Soroti Kinerja dan 11 Armada Damkar yang Cuma Hibah

Lepanews.com, AMBON 20/5/2026— Komisi III DPRD Kota Ambon menyoroti kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja Pemerintah Kota Ambon. Pasalnya, hingga pertengahan triwulan kedua tahun anggaran 2026, realisasi program dan penyerapan anggaran sejumlah OPD tersebut tercatat masih di bawah 30 persen.

Kritik tajam ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Far-Far, usai memimpin rapat evaluasi bersama lima OPD mitra non-pengumpul di Gedung DPRD Kota Ambon, Rabu (20/5/2026). Rapat tersebut agenda rutin pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja tahun berjalan.

Harry mengungkapkan bahwa serapan anggaran yang ada saat ini tidak mencerminkan program kerja yang produktif bagi masyarakat. Anggaran yang keluar masih didominasi oleh belanja rutin birokrasi.

“Sebagian besar realisasi yang ada saat ini hanya berkaitan dengan program rutin seperti belanja pegawai dan hak-hak pegawai. Sementara kegiatan yang menyentuh pelayanan masyarakat dan pemberdayaan belum berjalan maksimal,” ujar Harry kepada awak media.

Adapun OPD yang dipanggil dalam rapat evaluasi tersebut meliputi Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Umum, dan Bagian Protokoler Kota Ambon.

Soroti 11 Armada Damkar Hasil Hibah
Selain masalah serapan anggaran, Komisi III menemukan fakta mengejutkan terkait fasilitas publik. Berdasarkan data yang dipaparkan, Pemerintah Kota Ambon ternyata belum pernah melakukan pengadaan mandiri untuk armada pemadam kebakaran.

“Sebanyak 11 armada damkar yang dimiliki pemerintah kota saat ini seluruhnya merupakan barang hibah,” ungkap Harry.

Merespons kondisi tersebut, Komisi III dijadwalkan segera melakukan peninjauan lapangan guna mengecek langsung kelayakan formula armada darurat tersebut. Harry menegaskan, jika kondisinya sudah tidak ideal, DPRD akan mendorong pengadaan armada baru demi mengoptimalkan Layanan Darurat 112.

Di sisi lain, rapat tersebut juga membahas penyelesaian utang kepada pihak ketiga dari tahun anggaran 2025. Saat ini, realisasi pembayaran utang tersebut diklaim sudah mencapai di atas 60 persen. Kendati demikian, DPRD mendesak Pemkot Ambon untuk menuntaskan sisa utang pada triwulan kedua ini agar menjaga kepercayaan mitra kerja.

DPRD juga menggarisbawahi minimnya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang memiliki sertifikasi teknis resmi. Masalah kompetensi ini diduga menjadi salah satu pemicu lambatnya administrasi program kerja. Guna mengatasi hal ini, DPRD berjanji akan memperjuangkan anggaran pelatihan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) mendatang.

Meski memberikan banyak catatan kritis, Komisi III tetap mengapresiasi kinerja Satpol PP dan Dinas Damkar dalam mengelola posko Layanan Darurat 112. Namun, Harry meminta seluruh OPD untuk lebih terbuka dan aktif memanfaatkan media sosial resmi sebagai sarana transparansi kinerja kepada masyarakat luas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

Mengintip Keseruan Pendukung Cup Season 3: Cara SMPN 24 Ambon Cetak “Generasi Emas” dari Lapangan Hijau

Lepanews AMBON — Hari Sabtu (16/5/2026) menjadi hari yang membanggakan bagi dunia pendidikan dan olahraga di Ambon. Turnamen Gawang Mini Pendukung Cup Season 3 resmi dibuka di lapangan SMPN 24 Ambon dengan melibatkan 32 tim SD/MI se-Kota Ambon.

Mengusung jargon “Dari Maluku untuk Indonesia”, turnamen ini mencuri perhatian karena dikemas secara apik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Telkomsel dan Gramedia.

Pemerintah Kota Ambon lewat Asisten I, Edwin Pattikawa, menyebut event ini sukses membentuk mental disiplin dan sportivitas anak.

Penyelenggara acara, SMPN 24 Ambon, adalah sekolah yang punya cerita luar biasa. Berdiri tahun 2017 dengan hanya 9 siswa putus sekolah, kini mereka memiliki 210 siswa dan aktif di berbagai bidang ekstrarkurikuler (Sains, Seni, hingga persiapan program Kampung Inggris Pare).

Ketua Panitia, Jarten Latumahina, memastikan kompetisi hingga 30 Mei ini akan menjadi ajang pencarian bakat terbaik.

Melalui turnamen ini, SMPN 24 Ambon membuktikan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada buku dan kelas, tetapi juga menjadi tempat yang asyik bagi anak-anak untuk mengejar mimpi dan bakat mereka. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *