Lepanews.com, Seram Bagian Barat – Setelah sekian lama bekerja di balik layar, Polres Seram Bagian Barat akhirnya angkat bicara. Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Bhayangkara, Sabtu (27/6/2026) sore, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli bersama jajaran reskrim membeberkan hasil operasi yang cukup bikin publik menarik napas lega—15 kasus tindak pidana berhasil diungkap.
Konferensi yang berlangsung sekitar pukul 14.45 WIT itu terasa lebih hangat dari sekadar seremoni. Dipimpin langsung oleh Kapolres, didampingi Kasat Reskrim IPTU B. Nanuleita dan KBO Sat Reskrim IPDA I Komang Arjaya, suasana ruangan mendadak berubah jadi press room yang sesungguhnya. Awak media cetak dan online tampak bersiap mencatat, sementara personel reskrim berdiri sigap di belakang.
Di hadapan wartawan, Kapolres menyampaikan bahwa 15 kasus yang diungkap ini bukan angka main-main. Mulai dari pencurian, penganiayaan, hingga kasus-kasus yang sempat bikin resah warga—semua dibeber dengan bukti yang sudah diamankan.
“Kami tidak berhenti di sini. Sat Reskrim sudah bekerja ekstra, dan hasilnya mulai terlihat. Para pelaku sudah kami amankan, barang bukti juga sudah kami sita,” ujar AKBP Andi Zulkifli dengan tegas.
Namun, ada satu angka yang tak kalah menarik perhatian: 193 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan.
Kapolres dengan blak-blakan mengakui bahwa beban kerja penyidik saat ini sangat berat. Namun, ia memastikan tidak ada satu pun perkara yang ditelantarkan.
“Kami mohon waktu dan dukungan dari masyarakat. Bukan karena kami lamban, tapi karena kami ingin setiap kasus tuntas secara profesional dan proporsional,” tambahnya, disambut anggukan awak media.
Sesi tanya jawab pun berlangsung alot dan interaktif. Wartawan tak ragu menanyakan sejumlah kasus yang tengah jadi buah bibir publik, sementara Kapolres dan Kasat Reskrim menjawab dengan lugas tanpa banyak basa-basi.
Yang menarik, konferensi ini bukan sekadar pamer hasil. Lebih dari itu, Polres SBB seperti ingin bilang: “Kami terbuka. Kami bekerja. Kami butuh kepercayaan kalian.”
Di tengah dinamika keamanan di Kabupaten Seram Bagian Barat, langkah transparansi ini patut diapresiasi. Karena pada akhirnya, penegakan hukum bukan hanya tentang menangkap pelaku—tapi juga tentang menjaga hati masyarakat agar tetap percaya. (“

