
LepaNews.com, AMBON 26 April 2026 – Pemerintah Kota Ambon menggelar Apel Siaga dan Simulasi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) ke-61 tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh elemen kota untuk mewujudkan paradigma baru penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat.

Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala dinas BNPB (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Ambon Frits . R. Tatipikalawan menyampaikan bahwa Kota Ambon memiliki tantangan geografis yang unik, di mana 90 persen wilayahnya merupakan daerah pegunungan. Data mencatat sepanjang tahun 2025, telah terjadi 1.320 kejadian bencana di Kota Ambon yang didominasi oleh tanah longsor. Hal ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan lagi sekadar himbauan, melainkan sebuah kebutuhan dasar bagi setiap warga.
Mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Pemerintah Kota Ambon mulai menggeser pola penanganan bencana dari yang bersifat persuasif menjadi penguatan kapasitas komunitas. Strategi ini menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan evakuasi mandiri.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah, termasuk peristiwa tsunami besar tahun 1950. Edukasi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan sekolah, agar setiap individu memiliki insting penyelamatan yang kuat,” ujar pelapor dalam agenda tersebut, papar Kadis”
Peringatan HKB tahun ini juga menandai kemajuan signifikan dalam pemanfaatan teknologi mitigasi. Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:
Pengoperasian 9 alat sensor gempa dan tsunami serta kamera digital 360 yang ditempatkan di Kelurahan Urimesing sebagai titik simulasi.
Peresmian gedung Pusdalops BPBD Kota Ambon yang terintegrasi dengan ekosistem Smart City melalui penguatan Call Center.
Fasilitas Logistik: Penambahan armada mobil tangki air guna memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak di situasi darurat.
Apel ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, mulai dari Dandim 1504 Ambon, Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, hingga jajaran pimpinan OPD. Kehadiran berbagai elemen, termasuk akademisi dan pihak swasta, menunjukkan adanya sinergi pentahelix yang solid dalam menjaga keamanan warga kota, pungkasnya.

Dengan mengusung tema “Siap untuk Selamat”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana yang berkelanjutan. Melalui simulasi rutin dan dukungan infrastruktur yang mumpuni, Kota Ambon optimis dapat meminimalisir risiko serta dampak bencana di masa depan, demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat kota Ambon secara khusus, dan di Maluku, Tutupnya. “Rvh”








