Dobo, Lepanews.com,- Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, secara resmi meluncurkan sebanyak 57 website desa sebagai langkah percepatan digitalisasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.
Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital, khususnya dalam pelayanan publik dan transparansi informasi.
Dalam laporannya, ketua Panitia Penyelenggara, Roy Rengrengulu, menegaskan peluncuran website desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis menuju keterbukaan informasi publik dan peningkatan pelayanan masyarakat.
“Hari ini bukan hanya peluncuran website desa saja, tetapi merupakan langkah besar menuju desa yang maju, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ini membutuhkan komitmen bersama, baik dari kepala desa, camat, OPD, hingga pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Kaidel menekankan bahwa website desa akan terintegrasi dengan data kementerian dan lembaga dalam satu sistem data tunggal. Integrasi ini sejalan dengan program Badan Pusat Statistik (BPS) melalui inisiatif “Baku Kele Kalesang Desa Pakai Data” yang saat ini belum terealisasi secara menyeluruh.
“Website desa akan disinkronisasikan dengan data kementerian dan lembaga menuju satu data tunggal. Ini penting untuk memastikan akurasi dan validitas data,” kata Kaidel.
Kaidel menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ia berharap seluruh perangkat desa dan OPD mampu mengelola website dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat:
Meningkatkan akses informasi publik, Mempercepat pelayanan administrasi, Mendorong transparansi dan akuntabilitas serta Memperkuat konektivitas antar desa.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan bagi operator website agar pengelolaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Aru yang lebih modern, terbuka, dan berbasis teknologi.
Ia juga mengingatkan para camat dan kepala desa untuk serius menuntaskan pembangunan website desa, terutama bagi desa yang belum memiliki platform digital.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan bagi operator website agar pengelolaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Aru yang lebih modern, terbuka, dan berbasis teknologi sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil bupati.
Disamping itu juga dengan tegas Kaidel mengatakan, Pemerintah daerah, akan mengambil langkah tegas bagi desa yang tidak memenuhi target tersebut dalam tahun anggaran 2026. Pasalnya program digitalisasi desa menjadi solusi atas tantangan geografis Kepulauan Aru yang terdiri dari wilayah kepulauan. Untuk itu dengan sistem berbasis website, pemerintah dapat memantau perkembangan 117 desa secara lebih cepat dan efisien.
Selain itu, website desa juga akan digunakan untuk menghimpun berbagai data strategis, mulai dari data kependudukan, stunting, hingga kemiskinan dalam satu sistem terpadu.
Sebagai penguatan program, pemerintah daerah juga merencanakan sejumlah inovasi, di antaranya lomba film dokumenter desa untuk mempromosikan potensi lokal melalui platform digital.
Selain itu, akan dibangun dua unit videotron bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika guna menampilkan profil desa kepada publik.
Usai peluncuran, Bupati menyerahkan secara simbolis website desa dan menandatangani berita acara bersama perwakilan Aru Muda serta Kepala Desa Namara sebagai representasi dari 57 desa penerima.
Kegiatan yang berlangsung di Gospel Cafe pada Sabtu, (25/04/2026) itu turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Aru, Arman Walay, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Marvin Salakay, para camat, kepala desa, serta operator desa. (*)








