Lepanews.com, Ambon 15 Jan 2026 — Pemerintah kembali menegaskan kehadirannya bagi masyarakat terdampak konflik. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung hasil pembangunan kembali rumah warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, yang sebelumnya rusak dan terbakar akibat konflik sosial tahun 2025. Peninjauan dilakukan pada Kamis (15/1/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kualitas dan kesiapan hunian warga yang dibangun melalui sinergi Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Berdasarkan hasil peninjauan, seluruh unit rumah telah rampung dikerjakan, meskipun masih terdapat beberapa bagian kecil yang akan disempurnakan.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas dukungan anggaran yang diberikan dalam proses pemulihan permukiman warga.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Seluruh rumah warga korban konflik telah dibangun kembali. Atas nama Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas dukungan anggaran sekitar Rp1 miliar yang sangat berarti bagi pemulihan warga Hunuth,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah warga tidak hanya bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Maluku, tetapi juga didukung APBD Pemerintah Kota Ambon serta partisipasi sejumlah pelaku usaha di Kota Ambon sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurut Bodewin, keberhasilan pembangunan ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjawab kebutuhan masyarakat pascakonflik. Namun demikian, ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan upaya menjaga stabilitas keamanan.
“Rumah dapat dibangun kembali, tetapi yang lebih penting adalah memastikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan kehadiran pos polisi permanen, kami berharap tidak ada lagi konflik yang berujung pada kerusakan rumah dan penderitaan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan, peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan warga berjalan tuntas dan berkeadilan.
“Kami ingin melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak konflik. Pembangunan telah selesai dan masyarakat menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa perdamaian yang berkelanjutan merupakan fondasi utama bagi kehidupan masyarakat.
“Rumah sudah berdiri kembali, tetapi rasa aman adalah kebutuhan paling mendasar. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak dapat hidup tenang dan produktif,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga seluruh warga, untuk bersama-sama menjaga perdamaian agar konflik serupa tidak kembali terulang.
“Perdamaian harus terus dirawat. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, Desa Hunuth dapat tumbuh sebagai ruang hidup yang aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, unsur Forkopimda Kota Ambon, pimpinan OPD, serta sejumlah undangan lainnya. (*








