Lepanews com, Pada setiap pembukaan Usbu/ minggu ASN Pemda SBB yang beragama kristen menggelar ibadah bersama yang bertempat di ruang rapat utama, Lantai III kantor Bupati SBB, Jalan J.F Puttileihalat No 1, Kota Piru, Kabupaten SBB.
Pada Ibadah yang berlangsung pada Senin, (28/9/2026) dipimpin oleh Pendeta Sally Paul/Bernard S.Th M.Th, para ASN Pemda SBB mengikuti ibadah dengan khidmat.
Koordinator Persekutuan Kerohanian Pemda SBB Jan.M.Soukotta S.Sos, M.Si ssat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan bahwa Ibadah usbu itu awalnya berlangsung dihari Jumat, bersamaan dengan ibadah Sholat Jumat yang dilaksanakan oleh ASN yang beragama Muslim, tetapi karena bersamaan dengan aturan Pempus untuk Work From Home (WFH) di hari Jumat sehingga ibadah dialihkan ke hari Senin.
” Ya ini bisa sebagai Ibadah Pembuka Usbu” cetus Soukotta.
Menurut Soukotta, awal tercetusnya kebijakan Ibadah bagi ASN Kristiani ini adalah pada awal Pemerintahan Asri – Selfinus, yang merupakan permintaan dari Bupati Asri Arman sendiri supaya ada keberimbangan, di mana saat ASN Muslim salat, ASN Kristen juga beribadah.
Untuk pengaturan koordinator ibadah diserahkan bergilir kepada setiap OPD yang memilih liturgos dan pengkhotbah, selain itu pelaksanaan ibadah secara bergiliran dengan konsep oikumenis tidak hanya protestan saja.
“Kita oikumenes, bukan saja protestan, semua aliran ada denominasi gereja semua ada, jadi pengkhotbah jua dari GPM, GPI, SJA, Advent dll, karena ASN ini juga terdirindari semua denominasi agama” urai Soukotta.
Asisten II Setda SBB ini mengatakan, tujuan utama dari Ibadah ASN Pemda SBB adalah untuk pembinaan mental spiritual ASN, supaya bisa bekerja dengan hati, bekerja untuk melayani masyarakat sebaik- baiknya sesuai dengan ajaran agama masing- masing.
” Katong umat manusia ini harus bersandar kepada Tuhan, dan berdoa supaya ada penyertaan Tuhan bagi katong supaya diberikan , kesehatan dan kekuatan sesudah itu hikmat untuk katong bekerja dengan baik dalam rangka melayani masyarakat , lalu juga sekaligus katong berdoa supaya persekutuan ini tetap ada, karena perbedaan kepentingan ini bisa membuat katong ada konfrontasi, tetapi kalau lewat persekutuan dalam iman.lewat doa kan seng mungkin lewat doa katong baku musuh dan baku malawang kan seng mungkin” urai Soukotta. (NK)








