LepaNews.com, Ambon 13 September 2025 Berlangsung Uji publik RANPERDA (Rancangan pembangunan Daerah) yang bertempat pada ruang utama sidang DPRD Kota Ambon.
Dalam gelaran uji publik kali ini dipimpin oleh Wakil Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Kosita Halauw, dan turut menghadirkan Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Dr. Ronald H. Lekransy,ST, M bersama tim Penyusun dari Universitas Pattimura (Unpatti), bersama para undangan lainnya, termasuk Dewan Smart City, Tim Pelaksana Smart City, Para Pimpinan OPD terkait, perwakilan Polresta Ambon dan PP Lease, Kodim 1504, Perbankan, dan Internet Service Provider (ISP) untuk memberikan masukan dan pembobotan terhadap draft Ranperda.
Setelah usai kegiatan uji publik ini Halau mengatakan bahwa, Uji Publik di hari ini untuk memperkuat tahapan pembahasan Ranperda tetang penylenggaraan Smart City yang sudah dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya, dan Pansus Komisi II telah empat kali ada dalam pembahasan materi Ranperda ini,”
Dinas Kominfo ibaratnya wadah penampung, tapi pelaksanaannya ada di OPD terkait seperti dinas pariwisata untuk Smart Branding, Dinas Soial untuk Smart Society dan sebagainya, ini menjadi landasan penting terkait penyelenggaran Smart City,”tegas Halauw.
Sementara itu dalam waktu yang sama juga di depan Awak media Kepala Dr. Ronald H. Lekransy, ST., M menyampaikan bahwa, Yang pertama Komitmen Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota untuk melanjutkan penyelenggaran Ambon Smart City Sehingga lahir dalam program prioritas dan untuk menuju kota cerdas itu ada banyak hal yang harus disiapkan,”ujar Lekransy.
Kalau kita bicara tentang elemen-elemen smart city maka ada elemen struktur, elemen infrastruktur, ada elemen suprastruktur Papar Ronald Lekransy.
Di dalam Elemen struktur ini kita bicara tentang bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik, tata kelola pemerintahan yang dinamis, responsif, yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat” papar Lekransy Nah, dalam hal ini juga kita bicara tentang bagaimana pengelolaan sumber daya manusia, yang mecakup tata kelola keuangan. Kemudian bicara juga tentang bagaimana soal tata pamangku kepemimpinan. Karena apapun kepemimpinan ini sangat mempengaruhi pengambilan kebijakan tandasnya.
konsep kedua itu adalah konsep infrastruktur Konsep infrastruktur ini dia mencakup semua kebutuhan pelayanan di kota ini Jadi dipahami bahwa infrastruktur ini bisa saja itu Infrastruktur bisa sa saja ke PU-an, Pendidikan , Sosial, teknologi Komunikasi dan informatika, dimana ITB lewat lembaga penelitian dan pengembangan SDM menilai Ambon sudah ada di level survival artinya kesiapan infastruktur digital sudah ada pada alur yang benar dan sudah berdampak pada sebagaian besar aspek pelayanan publik di kota ini. Yang dinilai adalah literasi digital, manajemen data, big data, bagaimana menuju Ambon Smart City,” bebernya. PU dan Teman-teman PU harus menyiapkan infrastruktur jalan yang baik, Jembatan yang baik Tidak ada daerah yang terisolasi Nah infrastruktur PU dibuat Kemudian yang kedua misalnya dia bicara tentang
Lalu kemudian elemen yang ketiga yang tadi kita bilang itu elemen suprastruktur. Suprastruktur itu dia berhubungan dengan regulasi.
Elemen ketiga, adalah Elemen Suprastruktur yakni : berhubungan dengan regulasi, termasuk penyusunan Ranperda, Penyelenggaraan Smart City demi memperkuat ruang aturan sehingga dapat berjalan sesuai arah yang tepat, serta memiliki kepastian menuju 6 (enam) dimensi kota cerdas, yaitu Smrat Branding, Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart sociery dan smart Environment.
Kita memiliki kepastian di dalam menyelenggarakan Ambon menuju kota cerdas Dan hari ini ada enam dimensi smart city yang harus Kita upayakan secara bersama-sama Ini kerja kolektif ya Mendorong Ambon menjadi kota cerdas ini kerja kolektif butuh Kerja bersama-sama oleh Semua pemangku kepentingan Pemerintah, masyarakat, dunia usaha Dan semua lapisan masyarakat yang paling kecil,”tutup Lekransy. (*








