Lepanews.com, TNI AL-Kodaeral IX, Ambon (7/11/2026).
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menghadiri pembukaan (Opening Ceremony) Maluku Coffee Week (MCW) 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada petani kopi asal Pulau Buru.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dihadiri ribuan pencinta kopi dan penonton konser di Lapangan Apel Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku pada Jumat malam (6/11/2026).
Festival kopi yang berlangsung mulai 6–8 November 2026 di kawasan Mako Kodaeral IX ini, menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi Kopi Maluku sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Dukungan Kodaeral IX melalui penyediaan fasilitas kegiatan merupakan wujud komitmen TNI AL khususnya Kodaeral lX dalam membuka ruang bagi pelaku UMKM, generasi muda, dan komunitas kreatif Maluku untuk mengembangkan potensi serta memperluas jejaring usaha.
Pembukaan MCW 2026 dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Maya Baby Rampen Lewerissa, Wadan Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Baharudin Anwar, Kadis Pariwisata Provinsi Maluku Drs. Melkias Mozes Lohy, Kadis Pertanian Provinsi Maluku Dr. Ir. Ilham Tauda, Ketua Asosiasi Kopi Maluku Saiful Etlegar, Project Manager MCW Rifandi Ichsan, para pejabat utama dan kepala satuan kerja Kodaeral IX, serta ribuan pengunjung.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan Sekda, disampaikan bahwa MCW bukan sekadar ajang berkumpulnya pencinta kopi, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan kopi Maluku, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kopi, menurut Gubernur, tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai komoditas unggulan, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, dan identitas masyarakat.
Untuk itu, terdapat tiga hal penting yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan festival ini. Pertama, memperkuat promosi dan pencitraan kopi Maluku sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing.
Kedua, mendorong pemberdayaan petani, pelaku UMKM, barista, dan generasi muda agar semakin inovatif dalam memanfaatkan peluang industri kopi. Ketiga, membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan komunitas guna menciptakan ekosistem industri kopi yang berkelanjutan.
Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk keterlibatan aktif generasi muda dalam mengembangkan potensi lokal.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan prosesi penyeduhan kopi ekspor dan tradisi minum kopi bersama yang diikuti Sekda Maluku, Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Dankodaeral IX beserta istri, Wadan Kodaeral IX beserta istri, serta Kadis Pertanian dan Kadis Pariwisata Provinsi Maluku.
Suasana festival semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi nasional dan lokal pada hari pertama, di antaranya Coo Project, Juicy Luicy, dan Fresley Nikijuluw.
Perpaduan promosi kopi, hiburan musik, dan aktivitas ekonomi kreatif tersebut turut memperkuat citra Ambon sebagai City of Music yang telah diakui UNESCO.
Melalui dukungan terhadap Maluku Coffee Week 2026, Kodaeral IX tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Maluku, tetapi juga turut mendukung program pemerintah daerah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi maritim, dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
Sinergi ini diharapkan dapat memperluas peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Maluku yang maju dan sejahtera, sejalan dengan semangat “Beta par Ambon, Ambon par Semua.” (@Dispen Kodaeral IX).

