MOREKAU, SBB, Perayaan Hari Ulang Tahun ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) sekaligus Syukur Perdana Pelayanan Klasis Seram Barat berlangsung khidmat di Jemaat GPM Morekau, Senin 7 September 2026.
Ibadah syukur mengusung tema “BERSYUKUR DAN TEKUNLAH BERMISI DENGAN TAKUT AKAN ALLAH” dengan dasar Firman Mazmur 136:1–3 dan Pengkhotbah 4:17–5:6.
Dalam arahannya, Wakil Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pdt. Nyonya D. Lohy, mengajak seluruh warga GPM untuk memaknai usia ke-91 sebagai momentum syukur yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“91 tahun perjalanan GPM bukan pertama-tama catatan prestasi kelembagaan, melainkan kesaksian tentang kasih Allah yang menyertai umat-Nya melintasi krisis, konflik, dan perubahan zaman di kepulauan Maluku dan Maluku Utara,” tegas Pdt. D. Lohy di hadapan Forkopimda, DPRD, Majelis Klasis, dan ribuan jemaat yang hadir.
Beliau juga menyoroti makna penting tanggal 7 September bagi Klasis Seram Barat. Pada Sidang Sinode GPM pertama 7 September 1935 di Ambon, Klasis Seram Barat telah diwakili 3 utusan. Karena itu Persidangan Klasis ke-53 di Jemaat GPM Siaputih menetapkan 7 September sebagai Hari Jubileum Klasis Seram Barat.
*8 Arah Penggembalaan MPH Sinode GPM*
Bertolak dari Pesan Gembala HUT ke-91 GPM, Pdt. D. Lohy menegaskan 8 arah penggembalaan sebagai penerjemahan syukur ke dalam hidup bergereja yang nyata:
1. Pelihara lah Memori Syukur* – Ceritakan karya Allah dalam sejarah gereja dan keluarga, termasuk sejarah Klasis Seram Barat yang baru diterbitkan dalam buku “Menyingkap Jejak yang Tercecer”
2. Jadikan Syukur Energi untuk Tekun Bermisi Bergerak melayani, bersaksi, memulihkan, dan memberdayakan sesama serta alam ciptaan.
3. Kuatkan Gereja Rumah Tangga, Pelihara keluarga sebagai persekutuan kudus, karena dari sanalah iman pertama kali dibentuk.
4. Dampingi Anak dan Generasi Muda, Agar Injil hadir relevan di tengah perubahan budaya dan teknologi.
5. Dengarkan Jeritan yang Lemah dan Rawat Alam Ciptaan, Berpihak pada korban ketidakadilan dan peduli lingkungan. Beliau berpesan agar warga menghindari pembukaan lahan dengan membakar.
6. Bangun Budaya Integritas dan Penatalayanan, Jadilah penatalayan yang baik atas kasih karunia Allah.
7. Rawat Damai dan Hidup Orang Basudara, Bina kerukunan dengan semua gereja dan agama di Seram Bagian Barat.
8. Hiduplah dalam Takut akan Allah* – Jadikan takut akan Allah sebagai kompas hikmat dalam langkah, kata, dan komitmen.
Jubileum bukanlah garis akhir, melainkan tonggak untuk memulai kembali dengan lebih tekun. Setialah sampai akhir,” pesan Pdt. D. Lohy.
Beliau juga mengapresiasi peluncuran buku “Menyingkap Jejak yang Tercecer: Ikhtiar Menetapkan Hari Jubileum Klasis GPM Seram Barat” karya Dr. Pdt. Em. Cornelis Adolf Alyona dan Pdt. Heinard Talarima. Buku ini disebut sebagai _historica cum Deo – sejarah bersama Allah.
Di akhir arahan, MPH Sinode menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat yang diwakili Sekda beserta Forkopimda atas dukungan dan kemitraan yang baik demi kesejahteraan umat di SBB.
“Dirgahayu Gereja Protestan Maluku! Dirgahayu Klasis Seram Barat! Kiranya Tuhan Yesus terus memelihara kita menuju satu abad GPM pada tahun 2035,” tutupnya. (“








