LEPANEWS.COM, AMBON — 20 November 2025, Gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (20/11/2025) pukul 15.59 WIT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon melaporkan gempa berpusat di laut, sekitar 23 km tenggara Ambon, pada kedalaman 116 km dengan intensitas guncangan III–IV MMI di beberapa wilayah.
Menurut BMKG, gempa berasal dari deformasi batuan pada slab atau lempeng laut yang menunjam ke bawah Busur Banda. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan oblique-normal (mendatar turun).
Satu Rumah Rusak, Tidak Ada Korban
Satu unit rumah milik Kel. Sitti Tuanaya di Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, dilaporkan mengalami kerusakan pada dinding kamar dan ruang tamu. Retakan cukup besar terlihat di beberapa bagian. Penghuni rumah terdiri dari 1 KK dengan 4 jiwa dan dipastikan tidak ada korban maupun warga yang mengungsi.
BPBD mencatat tidak ada dampak lain serta tidak ada kebutuhan mendesak dari warga terdampak.
BPBD Ambon Lakukan Peninjauan Cepat
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik langsung menuju lokasi untuk melakukan pendokumentasian kerusakan dan pendataan warga. BPBD juga berkoordinasi dengan BMKG guna memastikan potensi ancaman susulan.
Selain itu, informasi mengenai gempa dan imbauan kewaspadaan telah disampaikan kepada para raja, kepala desa/lurah, serta camat di seluruh wilayah Kota Ambon.
Tidak Berpotensi Tsunami
Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini (tidak berpotensi tsunami). Meski demikian, getaran dirasakan cukup kuat di beberapa daerah seperti Amahai, Ambon, Kairatu, Namlea, Saparua, dan Piru dengan intensitas III–IV MMI. Sementara wilayah Sorong merasakan guncangan intensitas III MMI, dan Fak-Fak serta Obi merasakan I MMI.
Rencana Tindak Lanjut
BPBD Ambon menyusun sejumlah langkah penanganan lanjutan, antara lain:
– Melakukan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.
– Menyampaikan peringatan dini serta imbauan kewaspadaan terkait kemungkinan gempa susulan.
– Melanjutkan proses pelaporan kepada pejabat daerah.
– Menginventarisasi serta mengevaluasi tingkat kerusakan rumah terdampak.
Imbauan Resmi
BPBD Kota Ambon mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada, namun tidak panik. “Pastikan informasi diperoleh dari sumber resmi dan tetap memperhatikan instruksi pihak berwenang,” tulis TRC BPBD dalam laporan resmi. (*








