Lepanews.com, TANIWEL, SBB — Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Ir. Asri Arman, MT menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Taniwel, yang dirangkaikan dengan peletakan batu penjuru Pastori Jemaat GPM Patahuwe serta peletakan batu penjuru secara serempak pada rumah-rumah warga yang mengalami musibah kebakaran.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (20/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asri Arman menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-50 Klasis GPM Taniwel bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, kehidupan bergereja harus terus berjalan seiring dengan pembangunan daerah, terutama dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Peletakan batu penjuru Pastori Jemaat Patahuwe, kata Bupati, menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan jemaat. Sementara peletakan batu penjuru secara serempak pada rumah warga yang terdampak kebakaran menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Pemerintah daerah terus mendorong semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai kekuatan dalam membangun Kabupaten Seram Bagian Barat. Musibah yang dialami masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Asri Arman dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Klasis GPM Taniwel, Jemaat Patahuwe, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bupati berharap momentum HUT ke-50 Klasis GPM Taniwel dapat menjadi refleksi perjalanan pelayanan sekaligus memperkuat peran gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan saling peduli.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, lanjutnya, akan terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Ibadah syukur HUT ke-50 Klasis GPM Taniwel dan rangkaian peletakan batu penjuru tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, pimpinan dan pelayan GPM, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta jemaat dan masyarakat setempat. (*








