Dobo, Lepanews.com, – Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel secara resmi membuka kegiatan Temu Raya Pengasuh yang di gelar oleh Jemaat GPM Karseka Klasis Pulau-pulau Aru. Minggu, (23/8/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Aru Silvana Loy, Plh Sekda Adolop Pokar, Ketua Tim PKK Kepulauan Aru Ny Claudiyah Amarisah Kaidel, Kapolres Aru AKBP Albert Perwira Sihite, ketua Klasis Pulau-pulau Aru Pdt. Hengky Musa S.Th serta tamu undangan lainnya.
Bupati dalam sambutannya mengatakan
!temu raya ini bukan sekedar ajang berkumpul, melainkan program strategis gereja untuk menjamin berlangsungnya pendidikan formal gereja di lingkungan GPM secara baik dan dengan hasil
yang terukur.
Pada kesempatan itu Kaidel memberikan apresiasi kepada Klasis yang telah melaksanakan kegiatan tersebut guna membangun karakteristik serta membentuk budi pekerti dalam melengkapi sistem pengajaran formal di sekolah minggu.
“Saya juga memberi apresiasi atas dilaksanakan kegiatan yang sangat strategis ini, sebab dapat menunjukkan bahwa klasis gpm pulau-pulau aru telah memberikan kontribusi pembangunan karakter dengan membentuk fondasi etika, budi pekerti, dan nilai kasih yang melengkapi sistem pengajaran formal di sekolah minggu.” Ujarnya.
Selain itu kata Kaidel, pengasuh adalah mitra moral negara, sebab peran pembinaan anak di gereja adalah bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa yang berintegritas, sebab pengasuh melakukan pendidikan seumur hidup, dimana pelayanan pengasuh di ruang lingkup gereja dan komunitas menjadi bagian integral dari ekosistem pendidikan nonformal yang berkelanjutan.
Untuk itu, lanjut Kaidel, para pengasuh juga perlu dibekali dan ditingkatkan pengetahuan, keterampilan mengajar, strategi pembelajaran yang tepat dan relevan dengan konteks anak dan konteks perubahan sosial serta perkembangan bergereja kita, palagi dewasa ini kita berhadapan dengan masalah intergenerasi, ketika anak-anak asuh kita kini adalah generasi z dan alpha, malah sudah lahir generasi awal sejak tahun 2025 sampai 2039 nantinya.
Dikatakan pula bahwa komposisi generasi itu menerangkan bahwa selain kapasitas dan kapabilitas pengasuh, dibutuhkan juga kepekaan untuk memahami realitas diri anak, apalagi di tengah gelombang digitalisasi dan perkembangan artificial ”intelegencia (al) maka — anak berhadapan secara langsung dengan perubahan sosial serta moral.untuk itu dituntut kepekaan dari para pengasuh. Selain kemampuan menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan dinamika dan minat anak dewasa ini. K-arena itu temu raya pengasuh ini adalah bagian dari cara gereja mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan formal gereja yang memberi dampak pada perkembangan dan pertumbuhan spiritualitas serta kecerdasan etik dan moral anak di tengah gelombang disitalisasi.
“Saya memohon supaya para pengasuh dapat memberi diri untuk terus dibekali, dan semakin tangguh melaksanakan tugas pengasuhan di SMTPI, dan membentuk terus generasi emas gereja menuju 1 abad GPM pada 2035, dan titian emas pula untuk indonesia emas 2045.” Pintah Bupati
Melalui forum itu, Kaidel menyampaikan terimakasih kepada pimpinan sinode, Klasis maupun Jemaat Karseka ata kemitraan yang di bangun selama ini dalam memperkuat eksistensi membangun kemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas pemerintah serta pelayanan gereja.
“Melalui forum ini, saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan sinode gpm, klasis dan jemaat, atas kemitraan yang terbagun selama ini dalam memperkuat eksistensi gereja dalam pembangunan kemasyarakatan dan memberikan sinergi yang kuat bagi pelaksanaan tugastugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan gereja. Kiranya tuhan menolong kita mewujudkan tugas mulia tersebut, dan para pengasuh selalu mampu memberi dampak positif bagi pembentukan karakter iman, spiritual, moral, sosial serta ekologis kepada anak-anak kita.” Pungkas Kaidel mengakhiri sambutannya. (*








