LepaNews.com, Masohi 18 februari 2025 Maluku tengah. Pasca tragedi kebakaran PT.waragonda Mineral Pratama terkait tuduhan pelanggaran sasi adat Desa Negeri Haya kecamatan Tehoru’PT WARAGONDA Mineral Pratama melakukan klarifikasi bersama Media pers wartawan di Masohi’kabupaten Maluku tengah.
Tempat dan Lokasi pelaksanaan klarifikasi ini di laksanakan pada salah satu Caffe unit Waipo (teras Kota).dalam pertemuan ini ketika ditanya oleh kami dan beberapa insan pers wilayah kota Masohi’saudara dia Amar Khadafi Tehuayo dan di dampingi M.Amir Daufa Direktur utama PT WARAGONDA Mineral Pratama’ dan Tehuayo yang menjabat sebagai Direktur Tambang ini mengatakan bahwasanya” kejadian pembakaran perusahaan terjadi saya dan teman saya tidak berada pada lokasi perusahaan (Neg: Haya) saya dan teman saya sedang berada di Masohi dalam rangka pekerjaan.Namun pada pkl:21 Malam saya mendapatkan telpn dari Rekan perusahan PT.Waragonda bahwa” kami di serang dan di bakar oleh Masyarakat(PT.Waragonda mineral Pratama tentunya; nah,;setelah mendapat kabar teleponan itu,saya langsung beranjak kembali dan ke Neg:Haya untuk melerai pihak Masyarakat Namun telat.
Beranjak dari kejadian ini Maka kamipun melakukan pengecekan kembali terhadap insiden pembakaran PT. WARAGONDA Mineral Pratama kami tetkait tuduhan pengrusakan sasi adat oleh Masyarakat yang menaruh kilang pada tempat-tempat yang ada,namun di sana kami tidak menyaksikan adanya pihak karyawan ataupun seseorang di sana” ungkapnya” dan hal ini kami saksikan juga melalui bukti rekaman cctv perusahaan yang telah terpasang sejak perusahaan beroperasi.
Berdasarkan pemantauan beserta penyelidikan yang kami lakukan di wilayah perusahaan kami baik melalui internal ataupun data-data di lapangan’ini adalah kesalahpahaman fatal yang terjadi di Masyarakat itu sendiri di karenakan pada pihak perusahanpun kami tidak menemukan sedikitnya ada kejanggalan pada peristiwa ini’sejak si mulainya perlakuan sasi Adat Negeri yang telah di laksanakan.
Bapak.Saufa saat di tanya mengenai perkembangan perusahaan yang apakah nanti akan di hentikan dia mengatakan bahwasanya perusahan tentu saja akan kami lanjutkan’apabila tidak terkendala dengan Kerugian yang telah terjadi sebesar 4.Miliar kurang lebihnya itu’kita semua perlu berhati besar dalam membangun kembali konstruksi demi pencapaian pembangunan wilayah putra dan putri daerah Maluku juga Indonesia terkhusuusnya,terkait dengan insiden kejadian pembakaran saya kira pihak TNI dan Polri sudah melakukan tugasnya sesuai fungsinya’dan kami juga sangat berharap agar pemerintah dapat memperhatikan serta membantu kami dalam kejadian yang terjadi demi pencapaian Pembangunan,dan yang melakukan tindak anarkis agar dapat di tindak lanjuti dengan seadil-adilnya.mengenai Ikhwal kerusakan ‘dan terbakar hangusnya’ fasilitas beserta sejumlah kelengkapan perusahaan tersebut tidak dapat lagi ‘saya”kami ungkapkan satu-persatu di karenakan semuanya itu sudah di publikasikan sejak terjadinya insiden beberapa hari lalu.
Beliau ketua PT.Utama WARAGONDA tersebut juga mengatakan”apabila Masyarakat dapat memahami dengan baik maksud dan tujuan kami dalam membangun perusahan Terhadap kekayaan lokal adat dan Negara di Maluku tengah ini adalah’untuk membangun Bangsa, nah “saat di tanya tentang perluasan wilayah perusahan,beliau mengatakan bahwasanya, “Memang sesuai dengan pantauan kerja pihak beberapa perusahan terkait,kami banyak menemukan banyak Bebatuan GARNET,pada beberapa titik wilayah yang bukan saja Desa Haya’tapi juga Desa Tamilouw,Desa Sepa hingga ke Negeri Rutah sekecamatan Amahai.
Dan” kalaulah yang menyangkut tuduhan penemuan Tulang belulang pada seputaran Lokasi perusahan’ini bukanlah di lakukan oleh pihak Karyawan kami Namun itu berulah dari pihak Masyarakat Negeri Haya itu sendiri mengenai Penggalian pasir batu oleh orang Desa sendiri.sebap kami perusahan hanya mengambil bebatuan bagean lapisan pertama yang tercerai sekitaran yang kemungkinan terjadi akibat Abrasi dari curah hujan yang lebat’ hingga terbawah air ungkap sang direktur pertambangan dan direktur utama PT.waragonda.beserta beberapa orang pengikutnya.
“Dalam hal ini’Sebagai putra putri dari para orang tatua pung Upuana Negeri Leluhur Pribumi Pamahanu Nusa barangkali kita harus kembali pada kesadaran kita masing-masing di dalam membangun citra dalam kedewasaan beradat’berbangsa’serta Agama terkhususnya di dalam bernegara’demi pencapaian Kedewasaan Ekonomi bersama terhadap Bumi Pamahanu Nusa agar kita menjadi Mampu dan bersaing di dalam perkembangan Era moderenisasi juga Era Digitalisasi oleh bangsa-bangsa Negeri lain yang ada di Indonesia juga Dunia Luar yang sedang berkembang Pesat. (LNC.RIDWAN.LUMAELA)

