Peringati Hari Anak Nasional Ke 41. Ini Pesan Walikota Ambon

Lepanews.com. Peringatan hati anak Nasional ke-41 yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Ambon kali ini dengan tema : Anak hebat, Indonesia kuat menuju Indonesia emas 2045.
Acara ini berlangsung di Ballrom Hotel Zest Lantai 9 jam 11.00 wit JL. Imam bonjol dan turut dihadiri oleh. Walikota Ambon, Drs. Bodewin Melkias wattimena, Ketua DPRD kota Ambon, Morits Tamaela, Pimpinan OPD dalam lingkup Pemerintah Kota Ambon, Para asisten sekota Ambon, Para undangan serta anak pelajar tingkat SD, SMP, SMA sekota Ambon.

Dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Kota Ambon : Meggy Lekatompessy menyampaikan bahwa ; Anak merupakan penerus Cita – cita Bangsa yang memiliki peran strategis, memiliki ciri yang khusus yang memerlukan Perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara umum.

Negara menjamin kesejahteraan setiap warganegara dimana di dalamnya setiap Anak memiliki hak yang sama dan harus dilindungi, dan harus dimaknai dengan sikap kepedulian seluruh bangsa di Indonesia .
Dalam kesempatan yang sama dalam sambutannya Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan :

EMPAT ISU STRATEGIS dari SUARA HATI ANAK :
Menurut Wattimena yang menjadi dasar pijak dari OPD terkait untuk mewujudkan :

1. Kelengkapan Data Identitas Anak
Anak – anak mengalami keterbatasan akses dan kelengkapan Administrasi dalam pelayanan Publik. Dinas dukcapil harus jemput bola ke sekolah – sekolah , pastikan setiap anak telah memiliki kartu identitas Anak.

2. Pernikahan Dini dan Stunting
Pernikahan dini menjadi salah satu penyebab gangguan tumbuh kembang Anak dan juga sangat mempengaruhi angka sunting.

3. Paparan Iklan Rokok
Tidak ada iklan rokok yang di pasang di area tempat makan , sekolah dan luar ruangan.
4. Pembatasan jam keluar Malam
Dinas pendidikan kota Ambon harus segera memperlakukan Jam keluar malam bagi Anak-anak .

Di akhir sambutan Bodewin menyampaikan bahwa, Anak anak bukan hanya Objek untuk dilindungi, tetapi subjek Pembangun masa depan, dimana kebijakan untuk membangun kota ini harus juga meminta pertimbangan dan suara anak. (RVH)

Pos terkait