Lepanews.com, SBB – Polemik pengajuan proposal Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendapat tanggapan. Sorotan dari Anggota DPRD SBB dinilai tidak tepat dalam memahami fungsi kemitraan lembaga kemasyarakatan.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Seram Bagian Barat, Minda Suwarti, menegaskan bahwa pengajuan dana CSR oleh TP PKK SBB ke perusahaan swasta, termasuk gerai ritel modern, merupakan langkah yang sah dan sesuai regulasi.
“Pengajuan dana CSR dari perusahaan gerai modern adalah langkah yang sah dan legal secara regulasi untuk diakses oleh lembaga kemasyarakatan, ormas, termasuk TP PKK. Dana CSR memang kewajiban perusahaan untuk lingkungan sekitar, sehingga PKK memanfaatkannya demi kepentingan program masyarakat,” ujar Minda, Jumat (24 Juli 2026) di sela-sela persiapan Kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang akan dilaksanakan DPD PKS SBB.
Ia juga menyinggung isu yang menyebut TP PKK SBB melukai hati pelaku UMKM dan berpihak pada ritel modern. Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar secara fakta.
“Izin prinsip pembukaan gerai ritel modern di Kabupaten Saka Mese Nusa bukan diterbitkan di masa kepemimpinan Bupati saat ini. Itu sudah ada dan berjalan dari periode pemerintahan sebelumnya,” jelasnya.
Terkait Proposal yang diberitakan, keterangan dari salah satu Fungsionaris TP PKK SBB bahwa justru di Kegiatan Jambore PKK Kecamatan yang sedang dilaksanakan, Management Alfamidi tercatat belum memberikan kontribusi apapun terhadap program PKK tersebut.
“Faktanya Alfamidi nol kontribusi. Proposal tidak direspon, dan kami tetap jalan. Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya kepada semua pihak untuk berkontribusi karena semangat PKK untuk kebaikan masyarakat dan semua pihak boleh terlibat dalam suksesi program-program PKK,” kata sumber tersebut
Mobilitas Tinggi dan Torehan Prestasi PKK SBB
Minda menambahkan, saat ini TP PKK SBB justru fokus menjalankan program prioritas nasional, yakni penurunan angka stunting, sesuai instruksi langsung Presiden RI. Menurutnya mobilitas tinggi TP PKK kali ini jangan disalah pahami, karena kegiatan-kegiatannya untuk kebaikan masyarakat.
Senada dengan itu, Minda juga menganggap wajar jika memberikan pandangan dukungan terhadap kegiatan TP PKK SBB yang positif, karena bidang yang dipimpinnya di PKS SBB juga konsen terkait isu ketahanan keluarga dan stunting.
“Kami juga di Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS SBB sedang menggalakkan program ketahanan keluarga, yang juga berhubungan dengan pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting, jadi semua elemen termasuk PKK yang punya program positif wajib kita dukung” ujarnya.
Tingginya mobilitas TP PKK SBB di lapangan dinilai wajar karena banyaknya program yang dijalankan. Di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, PKK SBB baru saja meraih Juara 1 Lomba Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku.
Penghargaan itu diberikan atas dedikasi kader PKK yang turun langsung menyentuh kluster keluarga di pedesaan.
Selain itu, Yeni yang juga menjabat Ketua Dekranasda SBB, aktif mempromosikan produk UMKM lokal seperti anyaman, kain batik khas SBB, hingga minyak kayu putih ke kancah nasional untuk mendongkrak pasar pelaku usaha daerah.
Dalam sektor kesehatan, Yeni terpantau gencar melakukan kunjungan kerja ke desa dan dusun. Ia menyalurkan bantuan makanan bergizi gratis dan memastikan posyandu berjalan optimal demi membebaskan anak-anak SBB dari stunting dan gizi buruk.
Ia berharap polemik ini tidak mengaburkan fakta kinerja dan kontribusi nyata yang sedang digalakkan TP PKK SBB dalam membangun kualitas manusia di Kabupaten Seram Bagian Barat. (*

