Pemkot Ambon dan Bank Indonesia Perkuat Transformasi Digital UMKM Melalui QRIS

Lepanews.com, Ambon, 8 Maret 2026 – Pemerintah Kota Ambon bersama Bank Indonesia terus memperkuat transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran non-tunai yang modern, aman, dan efisien.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran dan perlindungan konsumen yang digelar di Ruang Vlisingen, Kota Ambon, Sabtu (8/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Dicky Rachmat Afriyanto, pimpinan perguruan tinggi negeri, perbankan, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Deputi Bank Indonesia Dicky Rachmat Afriyanto menegaskan bahwa digitalisasi ekonomi merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, sistem pembayaran digital melalui QRIS telah menghadirkan kemudahan dalam bertransaksi, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen, karena prosesnya lebih cepat, praktis, serta memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

“QRIS membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk pedagang tradisional, untuk terhubung dengan ekosistem ekonomi digital. Setiap transaksi tercatat secara sistematis sehingga membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sektor UMKM memiliki peran vital dalam struktur perekonomian Indonesia. Sebagian besar aktivitas ekonomi nasional ditopang oleh sektor ini, yang juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mendorong kemudahan investasi, bantuan permodalan, serta pengembangan ruang publik sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

“Beberapa kawasan ruang terbuka publik seperti Wainitu, Air Salobar, dan Amahususu mulai diarahkan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM serta terintegrasi dengan aktivitas seni, musik, dan budaya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menuntut peningkatan literasi digital dan pemahaman terhadap perlindungan konsumen agar transaksi dapat dilakukan secara aman dan terpercaya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan langsung terkait proses pendaftaran dan penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha mereka.

Dengan semakin luasnya penerapan sistem pembayaran digital, diharapkan pelaku UMKM di Kota Ambon dapat mengembangkan usaha secara lebih modern, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperluas jangkauan pasar.

Kegiatan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran dan perlindungan konsumen serta akuisisi QRIS bagi pelaku UMKM di Kota Ambon tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta. (*

Pos terkait