Menggerakkan Peradaban dari Rumah, Ibu-Ibu di Ambon Dominasi Pawai 1 Muharram 1448 H. Ini Kata Uluputty

Lepanews.com, – Ratusan kaum ibu dari Majelis Ta’lim Silaturahim dan Majelis Ta’lim Hijratullah mendominasi Pawai 1 Muharram 1448 Hijriyah di pusat Kota Ambon, Selasa 16/6/2026 pagi. Kehadiran dan peran aktif perempuan pada tahun baru Islam ini dinilai sebagai simbol kebangkitan dan optimisme membangun peradaban dari lingkup keluarga.

Apresiasi itu disampaikan Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, S.T. saat memberikan sambutan pada puncak perayaan di halaman Masjid Raya Al-Fatah, Kota Ambon.

Menurut Saadiah, keterlibatan ibu-ibu yang sudah bersiap sejak pukul 07.00 WIT menunjukkan perempuan tidak hanya sibuk di ranah domestik, tetapi juga mampu mengambil peran besar bagi umat.

“Jika ibu-ibunya sudah mengambil peran, ini adalah tanda kebangkitan. Ibu adalah _madrasatul ula_—sekolah pertama yang mencetak generasi peradaban, sekaligus menjadi tiang negara,” ujar Saadiah di hadapan peserta pawai dan pengurus Asosiasi Muslimah Pengusaha Pemuda Indonesi.

*Ajak Muhasabah dan Berhijrah Sosial*
Dalam orasinya, Saadiah mengajak warga Ambon menjadikan 1 Muharram 1448 H sebagai momentum muhasabah dan berhijrah menjadi pribadi yang lebih peka secara sosial. Mengutip surah Ar-Ra’d ayat 11, ia menegaskan perubahan nasib suatu kaum harus dimulai dari kesadaran dan gerakan diri sendiri.

Ia juga membagikan kisah menyentuh tentang seorang kakek 80 tahun yang menangis usai operasi jantung. Sang kakek menyadari manusia sering lalai bersyukur atas nikmat napas dan kehidupan gratis dari Tuhan selama puluhan tahun, dibanding rasa terima kasih kepada dokter yang hanya mengoperasi satu jam.

“Hari ini adalah momen introspeksi. Mari syukuri umur panjang, kesehatan, dan keluarga yang saleh dengan bertekad memperbaiki diri ke depan, karena tujuan akhir kita adalah kehidupan akhirat,” tambahnya.

Di akhir sambutan, legislator asal Maluku itu menekankan pentingnya membangun harmoni sosial di Kota Ambon. Ia mengimbau warga tidak terjebak pada seremonial, melainkan bergerak nyata dengan menyisihkan rezeki untuk lingkungan sekitar, terutama anak-anak yang butuh makanan dan perhatian.

“Jika kepekaan sosial ini bisa kita bangun bersama dari rumah dan lingkungan terdekat, maka akan tercipta relasi sosial yang harmonis, kehidupan yang aman, dan tentu saja Kota Ambon yang makmur,” pungkasnya.

Pawai yang berlangsung tertib dan khidmat ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan seluruh warga Kota Ambon di tahun baru 1448 Hijriyah. (*

Pos terkait