Masyarakat Luser Sesalkan Sikap Acuh Tak Acuh DPRD dan Pemkab MBD Soal Proyek Jalan Lingkar Sermata

Dobo, Lepanews.com ,- Masyarakat Desa Luser khususnya Desa Romdara dan Desa Rotnama Kecamatan Mdonahyera, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku menyampaikan kekecewaan terhadap sikap yang dinilai acuh tak acuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (Pemkab MBD) terkait kelanjutan proyek Jalan penghubung kedua desa tetsebut.

Warga menilai proyek strategis yang diharapkan dapat membuka akses transportasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Sermata hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Padahal, jalan penghubung abtar kedua desa tersebut dinilai sangat vital untuk mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta akses layanan dasar lainnya.

Salah satu Tokoh pemuda Desa Rontama Ridolof Loimalitna kepada media ini melalui selulernya menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait progres maupun kepastian kelanjutan proyek tersebut, apalagi dalam waktu dekat, Jemaat GPM Rotnama merupakan tuan dan Nyonya rumah pada pelaksanaan 3 (tiga) moment Gerejawi yakni kegiatan Sidang KlasisKlasis, Rapat Kerja (Raker) YPPK Dr JB Sitanala serta pelaksanaan Konferensi Daerah Se-Pulau Luang Sermata.

Oleh karena itu Dirinya (red Rido) berharap DPRD dan Pemkab MBD lebih proaktif dalam menyampaikan informasi serta memperjuangkan realisasi pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Jalan lingkar ini sangat penting bagi kami. Apalagi dalam beberapa minggu kedepan Jemaat GPM Rotnama sedang menghadapi tiga moment penting Gereja yang nantinya akan di laksanakan di Jemaat Rotnama. Dan oleh karena itu dengan kondisi jalan seperti ini, jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” ungkap Ridho panggilan sapaanya yang juga meminta adanya transparansi anggaran serta kejelasan tahapan pengerjaan, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

Dia berharap pemerintah daerah bersama DPRD segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan antar dua desa itu dan berdialog dengan warga.

Ridho menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar janji, tetapi kebutuhan mendesak demi kemajuan dan pemerataan pembangunan di wilayah terluar Kabupaten Maluku Barat Daya, apalagi ketua dan beberapa anggota DPRD merupakan putra terbaik asal pulau Sermata.

Sementara itu, salah satu warga melalui akun Facebook yang di kutip media ini, mengungkapkan hampir seantero masyarakat pulau sermata sedang menanti-nanti janji
Bupati dan DPRD saat melakukan kampanye baik pemilihan legislatif maupun Pilkada untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun janji itu hanya semanis di bibir, realisasinya tidak ada.

” 6 Tahun rakyat di sermata menanti-nanti janji Bupati dan DPR setiap Pilkada dan pileg mar hingga kini blm terealisasi dengan baik..

Tentunya katong (kita) berterima kasih atas apa yang suda di kerjakan walaupun hanya sebatas sirtu tapi bukan berarti juga harus membuat katong (kita) menderita hingga jangan sampai terjadi korban karna efek jalan seperti ini..” Ungkapnya dengan nada kecewa. (*)

Pos terkait