Lepanews.com, AMBON – Rencana keberangkatan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tanjung Sole yang melayani rute Ambon–Waesala–Buano–Manipa–Namlea hingga Teluk Bara, dikabarkan mengalami kendala dan belum dapat diberangkatkan sesuai jadwal.
Informasi yang diterima pada pesan Wats-Aap di Group Forum Silaturahmi Basudara Manipa (FSBM) menyebutkan, kapal yang seharusnya melayani masyarakat pada Kamis, 13 Agustus 2026, belum keluar dari pelabuhan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang telah mengandalkan layanan KMP Tanjung Sole sebagai salah satu sarana transportasi laut antarpulau.
Belum beroperasinya kapal tersebut disebut berkaitan dengan persoalan internal, khususnya pembayaran gaji para awak kapal. Sejumlah awak kapal dikabarkan belum menerima hak mereka berupa gaji dari pihak perusahaan pengelola.
KMP Tanjung Sole selama ini memiliki peran penting dalam menghubungkan sejumlah wilayah kepulauan di Maluku.
Jalur pelayaran tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilitas penumpang, tetapi juga menjadi sarana distribusi kebutuhan pokok, hasil pertanian, hasil perikanan, serta berbagai kebutuhan masyarakat antarpulau.
Bagi masyarakat Pulau Manipa, Buano, Namlea dan wilayah yang berada di sepanjang lintasan tersebut, terganggunya operasional kapal dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat. Apalagi, pilihan transportasi laut di sejumlah wilayah kepulauan masih sangat terbatas.
Persoalan pembayaran gaji awak kapal juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. Para awak kapal merupakan bagian penting dalam menjamin keselamatan dan kelancaran pelayanan pelayaran. Karena itu, hak-hak mereka perlu dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak mengganggu operasional kapal.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai belum berangkatnya KMP Tanjung Sole dan dugaan keterlambatan pembayaran gaji awak kapal masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak perusahaan pengelola maupun instansi terkait. Konfirmasi dari pihak-pihak tersebut penting untuk memastikan penyebab sebenarnya dan langkah penyelesaian yang akan dilakukan.
Masyarakat berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga KMP Tanjung Sole kembali beroperasi dan melayani masyarakat sesuai jadwal. Kepastian jadwal pelayaran sangat dibutuhkan, terutama bagi warga yang telah merencanakan perjalanan, membawa hasil bumi maupun hasil laut, serta masyarakat yang membutuhkan akses transportasi antarpulau.
Pemerintah daerah dan pihak pengelola diharapkan dapat segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Kelancaran transportasi laut bukan hanya menyangkut perjalanan penumpang, tetapi juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat di wilayah kepulauan Maluku. (*

