LEPANEWS.COM,Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak hanya dituntut menjadi lembaga pengawas, tetapi juga harus menjelma menjadi motor penggerak kemandirian desa, baik dari aspek sosial maupun ekonomi. Hal tersebut menjadi pesan kunci dalam sambutan Ketua Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Dorthea Pelapory, SE, usai dilantik di Lantai III Kantor Bupati, Kamis (17/3/2026) pagi.
Dalam pidato perdananya sebagai nahkoda organisasi yang mewadahi para wakil rakyat di tingkat desa, Dorthea Pelapory memaparkan secara komprehensif posisi strategis BPD dalam sistem pemerintahan desa.
Ia menegaskan bahwa BPD adalah lembaga perwujudan demokrasi, di mana para anggotanya merupakan representasi warga berdasarkan keterwakilan wilayah.
“BPD bersama kepala desa memiliki fungsi vital, yaitu menetapkan peraturan desa serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah desa dituntut mampu menumbuhkembangkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan. Ini bukan sekadar tugas, melainkan amanat konstitusi desa,” ujar Dorthea dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, ia merinci kewenangan utama BPD, mulai dari membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa, melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa, hingga mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. “Kita juga berkewajiban menggali gagasan dan memastikan aspirasi warga tidak berhenti di papan pengumuman, tetapi terwujud dalam kebijakan,” tegasnya.
Di hadapan para anggota BPD se-Kabupaten Seram Bagian Barat yang hadir, Dorthea menyampaikan tiga arahan strategis yang harus dipegang teguh oleh seluruh jajaran pengurus.
Pertama, ia meminta seluruh anggota BPD untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, sesuai dengan fungsi dan tugas yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
Kedua, ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dengan kepala desa. “Kepala desa dan BPD adalah mitra. Kedua lembaga ini harus melakukan koordinasi, konsultasi, dan kerja sama yang erat. Jangan ada sekat, yang ada adalah sinergi untuk desa,” pesannya.
Ketiga, ia mengajak seluruh elemen BPD untuk menggalakkan upaya pemberdayaan seluruh komponen yang ada di desa, baik kelembagaan kemasyarakatan maupun warga secara keseluruhan.
“Tujuannya jelas, mendorong terwujudnya kemandirian desa, baik dari aspek sosial maupun ekonomi. Desa harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” imbuh wanita yang akrab disapa Thea itu.
Mengakhiri sambutannya, Ketua PABPDSI yang baru dilantik ini menyampaikan harapan besarnya kepada Pemerintah Daerah, DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA). Ia meminta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan agar kepengurusan PABPDSI dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab yang baru diemban dengan optimal.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari Bapak Bupati, DPRD, dan FORKOPIMDA sangat kami butuhkan untuk memastikan bahwa BPD di seluruh Seram Bagian Barat dapat berkontribusi maksimal bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya disambut aplaus para hadirin. (LN/Tim)

