Lepanews com, PIRU, – Perayaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Tim Penggerak PKK dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB, Ny. Yeni Rosbayani Asri, saat menghadiri rangkaian perayaan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja TP-PKK Kabupaten SBB di Aula Kantor Bupati Seram Bagian Barat, Kota Piru, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, stunting masih menjadi salah satu persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, kader PKK di semua tingkatan diharapkan terus mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Yeni menegaskan, PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi masyarakat terkait pola hidup sehat, pemenuhan gizi keluarga, serta pentingnya pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
“Penurunan angka stunting harus menjadi prioritas bersama. Kader PKK memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan stunting, ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program pembangunan, termasuk penanganan stunting, membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, kader PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Melalui momentum HKG PKK Ke-54, Yeni berharap semangat pengabdian dan dedikasi para kader PKK semakin meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
“Kita harus terus bekerja bersama, memperkuat koordinasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (LN).

