Lepanews.com, Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yermias mengingatkan bahwa dimulainya tahap groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela bukan berarti proyek langsung beroperasi.
Pernyataan itu disampaikan Anos, Jumat 18 Juli 2026, menyikapi dimulainya pembangunan infrastruktur Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Groundbreaking bukan berarti proyek sudah langsung beroperasi. Masih ada tahapan konstruksi, pemasangan fasilitas produksi, pengujian, hingga akhirnya siap berproduksi. Proses ini membutuhkan waktu beberapa tahun,” ujar Anos.
Karena itu, ia meminta masyarakat Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk memanfaatkan waktu yang ada guna mempersiapkan diri.
Menurut Anos, pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi menjadi kunci agar putra-putri daerah mampu bersaing ketika proses rekrutmen tenaga kerja dimulai.
“Saya percaya pada komitmen Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Maluku Bapak Hendrik Lewerissa yang telah menyampaikan komitmen agar putra-putri Tanimbar, MBD, dan Maluku memperoleh kesempatan bekerja di Proyek Strategis Nasional Blok Masela,” tegasnya.
Komitmen tersebut, kata Anos, perlu diwujudkan melalui langkah nyata. Mulai dari peningkatan kualitas SDM, pelatihan berbasis kebutuhan industri LNG, hingga proses rekrutmen yang transparan, profesional, dan memberikan kesempatan adil bagi masyarakat lokal yang memenuhi persyaratan.
“Mari kita kawal bersama agar manfaat Blok Masela benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku. Bukan hanya melalui penerimaan negara, tetapi juga melalui hadirnya lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil,” lanjut Anos.
Di akhir pernyataannya, Anos menekankan bahwa Blok Masela adalah harapan bersama.
“Mari kita siapkan diri, kawal prosesnya, dan pastikan anak-anak Tanimbar, MBD, dan Maluku menjadi bagian dari masa depan proyek strategis nasional ini,” tutupnya. (*

