Ambon Par Samua dalam Praktik: Wajah Kepemimpinan Inklusif BETA Voor Ambon di Tahun 2025

LEPANEWS.COM, Ambon – Slogan “Ambon Par Samua” yang diusung pasangan BETA Ambon bukan sekadar jargon politik. Sepanjang 2025, visi tersebut mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menekankan inklusivitas, keadilan, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Kepemimpinan Bodewin Wattimena dan Ely Toisutta memperlihatkan pembagian peran yang saling melengkapi. Pendekatan teknokratik yang berbasis data berpadu dengan sensitivitas sosial, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program prioritas diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lintas kelompok, tanpa sekat sosial maupun politik. Pemerintah kota menekankan pentingnya kehadiran negara dalam pelayanan dasar, penataan lingkungan, serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi dan sosial.

Tahun 2025 memang belum menghadirkan hasil yang sempurna. Namun proses yang berjalan menunjukkan adanya perubahan cara pandang dalam memimpin kota. Pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik, tetapi juga tidak membiarkan stagnasi menghambat kerja.

Dalam konteks inilah, 2025 dapat dibaca sebagai tahun pembelajaran bersama—antara pemerintah dan masyarakat—untuk membangun Ambon secara berkelanjutan. Sebuah langkah awal menuju kota yang lebih tertata, aman, dan manusiawi, sesuai semangat Beta Par Ambon – Ambon Par Samua. (*

Pos terkait