Ambon Dipilih untuk MIP Berdasarkan Studi Bank Dunia, DPRD Tekankan Dampak Ekonomi Jangka Panjang

LEPANEWS.COM, Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Lewerissa dalam keterangan pers soal penetapan Lokasi MIP di Karpan. Jumat (6/3) menegaskan bahwa penetapan lokasi pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Ambon dilakukan melalui proses kajian matang, bukan keputusan sepihak.

Lokasi tersebut mengacu pada studi kelayakan yang disusun oleh World Bank sebagai dasar perencanaan proyek strategis nasional itu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil studi, kawasan sekitar Pelabuhan Yos Sudarso dinilai paling ideal karena memiliki akses langsung ke pelabuhan utama dan kedekatan dengan bandara, sehingga mendukung efisiensi distribusi barang dan sistem logistik.

Selain itu, aktivitas ekonomi terbesar di Provinsi Maluku saat ini masih terpusat di Ambon, menjadikannya lokasi paling siap untuk pengembangan pelabuhan terpadu.

Meski terdapat aspirasi agar pembangunan juga diarahkan ke Pulau Seram, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta skema pembiayaan internasional yang melibatkan lembaga global. Proyek ini tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan investor dan lembaga keuangan internasional.

MIP diproyeksikan menjadi infrastruktur kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku dalam jangka panjang, termasuk mendukung pengembangan industri dan potensi energi seperti Blok Masela.

DPRD pun berkomitmen mengawal proyek agar berjalan sesuai perencanaan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah lain seperti Pulau Seram di masa depan. (*

Pos terkait